JURNAL PERCOBAAN 2 "PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT"

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II 


NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis

NIM : A1C118029

Kelas : Reguler B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

PERCOBAAN 2

       I.            Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat

    II.            Hari, Tanggal : Rabu, 14 Oktober 2020

 III.            Tujuan :  Adapun tujuan dari percobaan kali ini adalah:

                               i.            Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya.

                             ii.            Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat.

                          iii.            Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.

IV.            Landasan Teori : 

Asam oksalat adalah suatu asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah, mempunyai wujud padat dan berwarna putih yang berbentuk kristal monoclinic prisma atau granula dan mempunyai titik leleh sebesar 187˚C. Apabila dipanaskan Asam oksalat ini umumnya akan terurai menjadi asam formiat dan karbondioksida (CO2) jika suhu pemanasan diatas 175˚C. Kegunaan asam oksalat ini pada laboratorium bisa digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Pada kehidupan sehari-hari, asam oksalat ini dapat berfungsi sebagai pelapis besi. Asam oksalat atau asam etanadioat ini dapat dibuat dengan cara reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim Kimia Organik II, 2015).

Asam oksalat, ethanediocid adalah salah satu bagian dari asam karboksilat yang memiliki rumus molekul C2H2O4. Secara komersional asam oksalat dikenal dalam bentuk padatan dihidrat yang memiliki rumus molekul C2H2O4.2H2O. Kegunaan asam oksalat sangat banyak antara lain sebagai bahan pencampur zat warna dalam industry tekstil dan cat, menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching. Asam okslat pada industry logam dipakai sebagai bahan pelapis yang melidungi logam dari kerak, sedangkan dalam pabrik polimer dipakai sebagai inisiator. Asam oksalat digunakan untuk metal treatment, oxalate coating, anodizing, metal eleaning, textile dan dyeing. Penggunaan asam oksalat yang sangat luas menyebabkan banyaknya metode-metode sintesis asam oksalat. Proses sintesis asam okslat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu di antaranya sintesis dari natrium formiat, fermentasi glukosa, pleburan alkali dan oksidasi karbohidrat dengan HNO3 (Hermanto,2008).

Asam oksalat ini merupakan suatu senyawa dikarboksilat yang dapat berfungsi sebgai bahan dasar dalam pembuatan berbagai produk kimia pada industri. Asam oksalat ini ternyata juga dapat digunakan sebagai bahan peledak, pembuatan zat warna seperti crayon, lilin, tinta bahkan bahan kimia dalam fotografi untuk keperluan penelitian dalam laboratorium. Pada bidang industri logam, asam oksalat ini dapat berfungsi sebagai pelindung dari korosif dan pembersih radiator otomotif dan metal. Sedangkan pada bidang obat-obatan, asam oksalat dapat berfungsi sebagai haemostatik dan antiseptik luar. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembuatan asam oksalat ini adalah konsentrasi pelarut, waktu reaksi, suhu, dan volume pelarut (Irma, 2016).

Menurut (Iriany, 2015) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembuatan asam oksalat:

1)    Waktu Pemasakan

Waktu yang lama akan memperbesar kesempatan zat-zat pereaksi bersentuhan dan mengakibatkan asam oksalat yang diperoleh relatif banyak. Tetapi waktu pemasakan yang cukup lama akan menyebabkan hasil lanjut terhadap asam oksalat yang dihasilkan.

2)    Suhu

Suhu berpengaruh pada konstanta kecepatan reaksi. Jika suhu tinggi, konstanta kecepatan reaksi semakin besar sehingga reaksi semakin cepat. Tetapi suhu yang terlalu tinggi akan menguraikan asam oksalat.

3)    Volume Pelarut

Volume pelarut yang semakin banyak akan memperluas gerakan molekul-molekul yang ada sehingga hasil yang diharapkan semakin banyak. Tetapi volume pelarut yang terlalu banyak akan mengurangi hasil yang diinginkan, karena asam oksalat akan terurai lebih lanjut menjadi CO2 dan H2O.

Kalsium oksalat merupakan persenyawaan garam antara ion kalsium dan ion oksalat, senyawa ini terdapat dalam bentuk Kristal padat non volatile, bersifat tidak larut dalam air, namun larut dalam asam kuat. Secara umum terdapat lima jenis bentuk dasar kalsium oksalat yang terdapat dalam berbagai tanaman, diantaranya berbentuk raphide (jamur), rectangular dan bentuk pinsil, druse (bulat), prismadan rhomboid. Bahan pangan yang kaya dengan oksalat biasanya hanya merupakan komponen minor dalam diet manusia, tetapi menjadi penting dalam diet di beberapa wilayah di dunia. Peran oksalat pada tumbuhan antara lain sebagai perlindungan terhadap insekta dan hewan pemakan tumbuhan melalui toksisitas atau rasa yang tidak menyenangkan,dan osmoregulasi (miyasaka,1993).

   V.            Alat dan Bahan

                                  ·          Alat

Adapun alat yang kami gunakan dalam praktikum ini ialah:

                                                       i.            Labu dasar datar 750ml

                                                     ii.            Corong Buchner

                                                  iii.            Corong gelas

                                                  iv.            Gelas piala 500ml

                                                     v.            Kasa, kaki tiga Bunsen

                                                  vi.            Penangas

                                                vii.            Gelas ukur

                                             viii.            Thermometer

                                                  ix.            pengaduk

                                  ·          Bahan

Adapun bahan yang kami gunakan adalah:

                                                       i.            Gula pasir

                                                     ii.            Asam nitrar pekat

                                                  iii.            Etanol

VI.            Prosedur Kerja

Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah :

1)    Masukkan 20gr gula pasir kedalam labu dasar datar berukuran 750ml.

2)    Tambahkan 100 ml asam nitrat pekat.

3)    Panaskan campuran zat tersebut diatas penangas air perlahan-lahan hingga mendidih.

4)    Angkat labu datar jika sudah timbul uap coklat NO2.

5)    Pindahkan labu keatas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan, biarkan selama 15 menit.

6)    Tuangkan hasil reaksi kedalam gelas piala berukuran 50ml, labu dicuci dengan air dingin dan air cucian dimasukkan kedalam gelas piala yang lain.

7)    Tambahkan 20 ml asam nitrat pekat.

8)    Uapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 20ml.

9)    Tambahkan 40 ml air ke dalam larutan yang tinggal 20 ml, kemudian diuapkan lagi sampai volume tinggal 20 ml.

10)                       Dinginkan larutan dalam air es, kristal asam oksalat segera terbentuk.

11)                       Saring kristal asam oksalat yang terbentuk dengan corong buchner.

12)                       Direkristalisasi asam oksalat yang diperoleh dengan melarutkannya dalam air panas, lalu dinginkan untuk mendapatkan kristal yang murni.

13)                       Saring, keringkan dan periksa titik lelehnya.

14)                       Bila belum murni, maka murnikan lagi kristal asam oksalat dengan cara rekristalisasi kembali dalam air panas.

Untuk video yang terkait dengan praktikum ini dapat di akses melalui link berikut ini :  https://youtu.be/VEXJsPSZvWo

Permasalahan : 

1.     Jelaskan apa penyebab yang menimbulkan asap coklat pekat pada percobaan ini ?

2.     Mengapa pada saat pembuatan asam oksalat perlu dilakukannya kristalisasi kembali? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi!

3.     Pada video yang saya lampirkan, mengapa ketika sukrosa dicampurkan dengan asam nitrat pekat saat belum dipanaskan larutan tidak bereaksi sedangkan saat dipanaskan baru bereaksi ?

Komentar

  1. haii dewii..
    saya nabilah zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan dewi pada no 1. asam coklat pekat disebabkan karena terjadi pelepasan gas NO2 saat di panaskan. Gas NO2 merupakan gas berwarna merah kecoklatan.

    BalasHapus
  2. Saya Nur Khalihshah (052) akan menjawab permasalahan dewi pada no 2 yakni menurut saya perlu nya dilakukan kristalisasi lagi itu disebut jg dengan rekristalisasi yang mana hal ini dilakukan agar asam oksalat yang di dapat benar benar murni dan bebas dari zat pengotor pada saat terjadi reaksi

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.3. Nah mengapa divideo saat pencampuran 10gr sukrosa ditambah dengan 60ml asam nitrat tidak bereaksi dikarenakan reaksi tersebut hanya reaksi dicampurkan dimana sukrosa akan larut kedalam larutan asam nirat. Dan dilihat dari video tersebut bahwasanya pencampuran ini menghasilkan larutan berwarna kuning bening.
    Terimakasih :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer