LAPORAN PERCOBAAN 2 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II 



NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis

NIM : A1C118029

Kelas : Reguler B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

PERCOBAAN 2

VII.                     Data Pengamatan

 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN PERLAKUAN

HASIL PENGAMATAN

1

Dihaluskan sukrosa (C12H22O11) sebanyak 10 gr menggunakan lumpang dan alu dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 500 ml. Kemudian dimasukkan 60 ml asam nitrat (HNO3) pekat kedalam erlenmeyer yang berisi sukrosa

Mengamati proses awal dari reaksi oksidasi antara sukrosa dan asam nitrat

Larutan berwarna kuning bening

 



2

Dipanaskan diatas penangas air hingga mendidih, sesekali diaduk

Mengamati proses kedua dari reaksi oksidasi antara sukrosa dan asam nitrat dengan cara pemanasan

Larutan berubah menjadi coklat pekat dan timbulnya asap yang menandakan adanya gas NO2 (gas nitro).

3

Dilakukan proses penguapan.

Mengamati proses ketiga dari reaksi oksidasi antara sukrosa dan asam nitrat dengan cara penguapan

Didapatkan serbuk asam oksalat  berwarna putih

4

Dimasukkan serbuk putih ke dalam erlenmeyer yang telah diberi air dingin, didiamkan.

Mengamati proses akhir dari reaksi oksidasi antara sukrosa dan asam nitrat dengan cara rekristalisasi

Didapatkan kristal asam oksalat berwarna putih bening



 

 

 

VIII.                  Pembahasan

Pada praktikum kali ini yaitu dengan judul pembuatan senyawa organik asam oksalat. Tujuan dilakukannya praktikum kali ini yaitu agar dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organic sebagai bahan dasarnya, dan agar dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat, serta mengetahui sifat-sifat dari asam oksalat dengan kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari. Perlu kita ketahui bahwa asam oksalat ini merupakan suatu senyawa dikarboksilat yang berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk kimia dalam industri. Asam oksalat maupun larutannya sama-sama bersifat beracun. Biasanya dalam kehidupan sehari-hari asam oksalat ini dapat digunakan sebagai bahan pelabis besi. Asam oksalat ini apabila dipanaskan akan terurai menjadi asam formiat dan karbondioksida (CO2) jika suhu pemanasannya mencapai 175ºC. Asam oksalat ini dapat dibuat dengan cara reaksi oksidasi dengan mereaksikan gula pasir atau glukosa dengan oksidator asam kuat.

Masuk pada percobaan sesuai penuntun ialah kita akan mensintesis asam oksalat. Bahan utama yang praktikan gunakan ialah gula pasir. Tentu untuk mendapatkan hasil yang baik kami sebagai praktikan menggunakan gula pasir yang berwarna putih bersih seperti gula pasir yang bermerk Gulaku. Gula pasir yang kami gunakan seberat 20 gr lalu dimasukkan kedalam labu dasar bulat berukuran 750ml, yang akan ditambahakan dengan asam nitrat sebanyak 100ml, hasil dari campuran ini tampak berwarna bening kecoklatan, selanjutnya praktikan memanaskannya di atas penangas air yang sudah dirancang sebelumnya atau bisa saja menggunakan mantel panas jika ada. Pada saat pemanasan berlangsung akan timbula atau dengan kata lain akan mengeluarkan uap sepert gas berwarna coklat pekat atau bahkan seperti merah bata, berdasarkan teori uap yang berwarna coklat itu ialah gas NO2. Jika terhirup maka akan menyebabkan keracunan, maka dari itu selama melakukan percobaan ini kami melakukannya dengan sangat hati-hati jangan sampai terhirup dan kami melakukan percobaan di ruang terbuka yang jauh dari jangkauan orang-orang. Tapi sebaiknya percobaan ini dilakukan degan di dalam lemari asam, agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemanasan ini sangat disarankan didalam lemari asam, karena Gas NO2 yang dihasilkan merupakan gas yang berbahaya apabila terhirup sehingga bisa menyebabkan keracunan. Setelah timbul uap NO2 tadi, labu yang berisi larutan tersebut dipindahkan diatas balok kayu agar terjadi reaksi lanjutan tanpa pemanasan, dan dibiarkan selama 25 menit. Saat larutan hasil reaksi ditambahkan dengan 20 ml air dan 20 ml asam nitrat pekat, larutan tersebut tidak menimbulkan gas NO2 tetapi larutan masih berwarna coklat. Namun, saat ditambahkan dengan air 40 ml dan diuapkan hingga volume larutan menjadi 20 ml, larutan tersebut berubah menjadi berwarna putih. Tujuan kembalinya diuapkan larutan tersebut yaitu agar larutan tersebut menjadi jenuh. Sehingga saat larutan yang berwarna putih tadi didinginkan dalam es dan diaduk perlahan akan terbentuk Kristal asam oksalat berwarna putih. Proses pengadukan saat pendinginan tersebut bertujuan agar terbentuk Kristal. Hal ini terjadi diakibatkan karena gas NO2 yang dihasilkan ketika pemanasan dan penambahan aquades sudah habis bereaksi sehingga diperolehlah Kristal berwarna putih tersebut. Kristal asam oksalat ini akan mudah larut dalam keadaan panas, oleh karena itu pengkristalan ini dilakukan dalam keadaan dingin. 

 

IX.                        Pertanyaan Pasca

1)    Bagaimana cara menghasilkan rendemen yang tinggi pada sintesis asam oksalat ini ?

2)    Bagaimana mechanism kerja sublimasi dalam pembuatan asam oksalat ini?

3)    Mengapa pada tahap terakhir yaitu saat pendinginan larutan dan rekristalisasi kami belum mendapatkan kristal berwarna bening?

 

X.   Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan sintesis asam oksalat ini adalah :

1.     Pembuatan asam oksalat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan dasar zat organic berupa gula pasir dengan penambahan oksidator kuat berupa asam nitrat pekat (HNO3).

2.     Pada sintesis asam oksalat ini terjadi reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat berupa asam nitrat pekat yang mempunyai fungsi memecahkan molekul gula sehingga terbentuk Kristal asam oksalat berwarna putih.   

3.     Asam oksalat ini berwujud padat yaitu berbentuk Kristal putih dengan titik leleh 187ºC. asam oksalat ini dalam kehidupan sehari-hari berfungsi sebagai bahan pelapis besi.

 

XI.                         Daftar Pustaka

Adrian, peyne, 2000. Analisa Ekstraktif Tumbuhan Sebagai Sumber Bahan                                   Obat.Pusat Penelitian.Universitas Negeri Andalas.

Fessenden , R. J dan Fessenden J. S., 1998. Kimia Organik Jilid I Edisi 3.                                      Jakarta : Erlangga.

Miyasaka SC, 1998. Oxsalate Exudation by Taro in Response to al. Jakarta :                                Erlangga.

Noonan, S. C. and Savage, G. P., 1999. Oxalate Content of Foods and Its                                      Effect on Humans. Penelitian dan Pengembangan Biologi.

Ramadhani, Irma dkk., 2016. Perbandingan Metode Hidrolisis Asam dan                                      Basa Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku                                             Pembuatan Asam Oksalat. Jurnal Kimia Vol 5 No.4. Pontianak:                        Universitas Tanjungpura.

Tim Kimia Organik, 2015. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi :                                     Universitas Jambi.

Komentar

  1. Hallo Dewi
    Saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan 3. Menurut saya sesuai dengan data pengamatan yang saudari dewi tampilkan, ditunjukkan disitu tahap terakhir pengkristalan sudah didapatkan kristal bening. Namun memang sebelum didapat kristal bening, terlebih dahulu didapatkan larutan asam oksalat berwarna putih. larutan putih inilah yg dilanjutkan proses rekristalisasi sehingga didapatkan kristal berwarna bening.

    BalasHapus
  2. Halo dewi saya nur khalishah (052) akan mencoba menjawab permasalahan anda no 1 untuk menghasilkan rendemen yang tinggi perlu di lakukan pemanasan berkali kali atau penguapan berkali kali agar hasil yang di dapatkan semakin baik

    BalasHapus
  3. haii dewi, saya nabilah zahrah (026) akan mencoban menjawab permasalahan dewi no 1, Menurut saya proses sublimasi bisa dilakukan dengan rekristalisasi yang mana pada percobaan ini cara kerjanya adalah reaksi oksidasi antara sukrosa dan asam nitrat diberi air dingn lalu didiamkan. Perlakuan rekristalisasi dan sublimasi disini sudah cukup bisa menghasilkan kristal jika dilakukan dengan benar. terima kasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer