JURNAL PERCOBAAN 7 "ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (ALKALOID)"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 7
I. Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (alkaloid)
II. Hari/Tanggal : Rabu, 18 November
2020
III. Tujuan :
Adapun
tujuan dari praktikum ini, yaitu :
a.
Dapat
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alamkhususnya alkaloid.
b.
Dapat
mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang
spesifik.
IV. Landasan teori :
Kafein adalah senyawa
alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat
perangsang psikoaktif dan diuretik ringan yang biasa ditemukan di kopi, teh,
cokelat, dan minuman seperti coca-cola. Kafein termasuk kelompok alkaloid
golongan purin, di mana strukturnya banyak mengandung N yang terikat dalam
struktur. Kafein memiliki efek fisiologis kalau terdapat dalam darah yaitu
bersifat stimulant. Mengisolasi kafein dari bahan alam misalnya daun teh
termasuk mudah karena mudah larut dalam air panas dan lebih larut lagi dalam
kloroform. Kadarnya sampai 2-5% dalam daun teh, dalam kopi 0,1-1,7% dan cokelat
0,1-0,8%. Ekstraksi kafein dari daun teh lebih sulit karena kafein yang
terdapat dalam daun terdapat bersama-sama dengan senyawa lain misalnya tannin
(turunan adigaloilglukosa) yang tak larut dalam air dan sukar dipisahkan dari
alkaloid. Untuk tannin direaksikan dengan kalsium karbonat membentuk garamnya
(Tim Kimia Organik, 2019).
Secara umum, untuk
golongan senyawa alkaloid memiliki sifat-sifat antara lain alkaloid biasanya
berbentuk Kristal tak bewarna, tidak mudah menguap, tidak larut dalam air,
larut dalam pelarut organic misalnya seperti etanol, eter dan kloroform.
Alkaloid juga bersifat basa yang pada umumnya berasa pahit, dan juga bersifat
racun yang mempunyai efek fisiologis, serta optis aktif. Alkaloid memiliki sifat fisiologis yang
menonjol dan juga sering digunakan secara luas dalam bidang pengobatan
(Muderawan,2002).
Menurut Widi(2007),
metode klasifikasi alkaloid yang paling banyak digunakan yaitu dari sudut pandang komposisi atom
nitrogennya,.
1.
Alkaloid
heterosiklis yaitu alkaloid yang memiliki atom Nitrogen didalam cincin
heterosiklisnya, alkaloid jenis ini memiliki beberapa separasi diantaranya :
alkaloid pirolidin, alkaloid indol, alkaloid piperidin, alkaloid prridin,
alkaloid tropan, imidazole, guanidine, alkaloid histamine, alkaloid akridin,
alkaloid isukuolin, alkaloid izidin, dan alkaloid kuinozolin.
2.
Alkaloid
amina alifatis dan aksosiklis.
3.
Alkaloid
putesrin, spermin, serta spermidin misalnya pausina.
4.
Alkaloid
peptide yaitu alkaloid yang mengandung ikatan peptita di dalam strukturnya.
5.
Alkaloid
steroidal dan terpena.
Kopi merupakan sumber
dari kafein, dimana kafein adalah senyawa alkaloid yang bersifat merangsang.
Kafein juga banyak memiliki manfaat dan telah banyak digunakan dalam dunia
kesehatan atau medis. Kafein yang merupakan bagian datri kelompok senyawa
metilsantin. Kafein dalam kopi mampu memberikan sinyal pada otak supaya lebih
cepat merespon dan dengan cepat mengolah memori pada otak. Rumus kimia dari
kafein itu sendiri adalah C8H10N4O2. Kafein murni memiliki bentuk seperti
kristtal panjang, bewarna putih, tidak berbau dan rasanya pahit. Didalam biji
kopi kafein berfungsi sebagai unsure rasa dan aroma. Dimana kafein murni
mempunyai berat molekul 194,19 gr, dengan titik leleh 236C dan titik didih 178C
(Aisyah,2013).
Kafein adalah basa sangat lemah
dalam larutan air atau alkohol tidak terbentuk garamyang stabil. Kafein
terdapat sebagai serbuk putih, atau sebagai jarum mengkilat putih, tidakberbau
dan rasanya pahit. Kafein larut dalam air (1:50), alkohol (1:75) atau kloroform
(1:6)tetapi kurang larut dalam eter. Kelarutan naik dalam air panas (1:6) pada
80°C) atau alcohol panas (1:25 pada 60°C). Kafein berbentuk anhidrat.
Mengandung tidak kurang dari 98,5%dan tidak lebih dari 101,1% C8H10N4O2 (Novianti, 2008).
V. Alat dan Bahan
a.
Alat
·
Corong pisah
500ml
·
Erlenmeyer
·
Corong Buchner
·
Pemanas mantel
·
Gelas kimia
500ml
·
Corong gelas
b.
Bahan
·
Kalsium karbonat
serbuk
·
Petroleum
benzene
·
Reagen wagner
·
Kloroform
·
Larutan NaOH 5%
·
Benzene
·
Reagen
dragendorf
·
Ca(OH)2
VI.
Prosedur Kerja
Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
1.
Dimasukkan 25 gr
teh kering, 250 ml air dan 25 gr CaCO3 ke dalam Erlenmeyer 500 ml.
2.
Dipanaskan di
atas uap air selama 20 menit sambil diaduk.
3.
Didinginkan lalu
disaring.
4.
Dipindahkan
larutan air ke dalam corong pisah 500 ml.
5.
Didinginkan dan
lakukan ekstraksi dua kali masing-masing dengan 25 ml kloroform atau metilen
klorida. Dengan hati-hati selama 5-10 menit. Jika terjadi emulsi yang sukar
dipisahkan, coba tambahkan sedikit pelarut lagi.
6.
Dibiarkan
beberapa saat sampai terpisahkan dua lapisan.
7.
Ditampung
seluruh lartan kloroform ke dalam tabung destilasi di atas penangas air, sampai
diperoleh larutan jenuhnya yang mungin berwarna hijau.
8.
Didinginkan
secara bertahap sampai terbentuk kristalnya sebanyak mungkin.
9.
Dilakukan
kristalisasi dengan melarutkannya dalam 5 ml benzene panas dan tambahkan 10 ml
petroleum benzene.
10. Dipisahkan Kristal dengan penyaringan vakum
menggunakan corong Buchner.
11. Dilakukan rekkristalisasi tahap dua dengan
menggunakan campuran pelarut yang sama.
12. Ditimbang dan tentukan titik lelehnya (sekitar
225-250ºC).
Video terkait praktikum :
Permasalahan :
1)
Pada percobaan
kali ini kita melakukan kristalisasi dengan melarutkan kristal dalam benzene
panas. Apakah kristalisasi dengan benzene panas ini merupakan salah satu faktor
penentu keberhasilan percobaan kali ini? Bagaimana jika kita menggunakan
larutan benzene biasa?
2)
Mengapa pada
percobaan ini metilen klorida digantikan dengan kloroform, apa sifat yang
dimiliki oleh kloroform sehingga dapat menjadi pengganti metilen klorida ?
3)
Bagaimana
kontrol temperatur yang seharusnya dilakukan pada saat ekstraksi sampel?



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya erma johar (031) akan menjawab no 3 kontrol temperatur harus dalam suhu normal dan boleh dilakukan dilab dan udara terbuka. dan juga perlu ditambahkan katalis agar dapat mempercepat reaksi
BalasHapusBaiklah perkenalkan nama saya Sandi A1C118041 ingin mencoba menjawab permasalahan nomor2.. Menurut saya mengapa demikian dikarenan sifat kimia dari kloroform ini kloroform
BalasHapustidak bercampur dengan air, larut dalam eter dan alkohol serta m
merupakan asam lemah
Dan juga tidak mudah terbakar.dan dari keasamannya juga demikian sangat mendukung dalam percobaan ini
Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 1 yaitu apakah kristalisasi dengan benzene panas ini merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan percobaan kali ini, bagaimana jika kita menggunakan larutan benzene biasa, menurut saya iya karena disini benzen berfungsi sebagai pelarut. Jika digunakan benzen biasa menurut saya akan lambat terjadi proses atau jalannya reaksi karena disini digunakan panas itu berfungsi pula untuk mempercepat jalannya reaksi, karena disini suhu cukup berpengaruh pada proses reaksi. Terima kasih.
BalasHapus