JURNAL PERCOBAAN 9 "ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA :
Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM :
A1C118029
Kelas :
Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 9
I. Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (flavonoid)
II. Hari/Tanggal :
Rabu, 25 November 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari
praktikum ini, yaitu :
a. Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid.
b. Dapat mengenal sifat-sifat kimia flavonoid melalui
reaksi-reaksi pengenalan yang
spesifik.
IV. Landasan teori :
Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15
atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu dua cincin aromatik
yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk
cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam senyawa tumbuhan hijau sehingga dapat
ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan ( Matkham,1988). Golongan flavonoid
dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6 artinya kerangka karbonnya
terdiri atas dua gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh
rantai alifatik 3 karbon ( Robinson, 1995). Senyawa flavonoid menunjukkan bahwa
beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antifungi,
diuretik antihistamin, anti hipertensi,
insektisida, bakterisida, anti-virus, dan menghambat kerja enzim.
Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan salah satu senyawa aktif (Tim
Kimia Organik, 2020).
Flavonoid sering dijumpai dalam bentuk glikosidanya. Apabila
suatu senyawa terdapat banyak glikosida Nya maka senyawa tersebut cenderung
bersifat lebih polar. sehingga dapat pada proses ekstraksi senyawa metabolit
sekunder akan lebih terekstrak dengan pelarut polar senyawa yang bekerja kurang
spesifik karena terikat dengan gugus gula dan pada proses pembuahan maupun
pemisahan senyawa dengan klt akan cenderung tertahan pada fase diam nya
(Saifuddin, 2006).
Kuersetin ini
adalah senyawa kelompok flavonol terbesar, kuersetin dan glikosidanya berada
dalam jumlah sekitar 60 sampai 75% dari flavonoid. Kuersetin dipercaya dapat
melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degeneratif dengan cara mencegah
terjadinya proses peroksidasi lemak. senyawa flavonoid sangat penting bagi
tanaman tumbuhan dan perkembangan nya seperti penarikan perhatian hewan pada
proses penyerbukan dan penyebaran benih, stimulan fiksasi nitrogen pada bakteri
rhizobium mineral dari proses penuaan dan daun senyawa flavonoid juga memiliki
kemampuan untuk bertahan tanaman dari herbivora dan penyebab penyakit serta
senyawa ini membentuk dasar untuk melakukan ekstraksi alelopati antar tanaman.
selain itu favorit merupakan salah satu senyawa polifenol yang memiliki
aktivitas antioksidan yang cukup tinggi (Sayuti, 2015).
Kromatografi adalah suatu senyawa yang diberikan untuk teknik
memisah tertentu titik pada dasarnya semua cara kromatografi menggunakan dua
fase yaitu fase tetap dan fase gerak, pemisahan tergantung pada gerakan relatif
dari 2 fasa tersebut. Cara-cara kromatografi dapat digolongkan sesuai dengan
sifat-sifat dari pasar tetap yang dapat berupa zat padat atau zat cair. Jika
fasa tetap berupa zat padat atau zat cair maka cara tersebut dikenal sebagai
kromatografi serapan, jika zat cair dikenal sebagai kromatografi partisi
(Hostettman dkk,1995).
Senyawa flavonoid berbeda dengan biflavonoid. Keduanya
merupakan salah satu aglikon pada metabolit sekunder glikosida bedanya pada
strukturnya. Biflavonoid merupakan senyawa dengan struktur 2kali flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga sifatnya agak asam sehingga
umumnya akan larut dalam pelarut polar. Sebelum masuk ke peroses ekstraksi
tanaman yang akan diambil senyawa flavonoidnya perlu melewati tahapan pemulihan
tumbuhan segar, dikeringkan dalam tanur pada suhu 100 derajat celcius, digiling
lalu dibentuk serbuk halus kemudian dapat diekstraksi menggunakan pelarutnya
yang sudah ditentukan (Mandasari, 2017).
Untuk flavonoid, identifikasi yang bisa dilakukan adalah
melalui tes shinoda menggunakan tes FeCl3 dan uji penambahan NaOH. Kadar
senyawa ini pada tanaman tertentu atau pada zat tertentu. Penetapan kadar bisa
dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri, KLT. Alat spektrofotometri perlu
dipersiapkan pereaksi, larutan induk, larutan blanko dan larutan sampel
(Firman, 2001).
V. Alat
dan Bahan
a. Alat
·
Tabung reaksi 20 buah
·
Erlenmeyer 250 ml
·
Plat tetes
·
Pipet tetes
·
Gelas kimia 200ml
·
Corong gelas
·
Lumpang
·
Gelas ukur
b. Bahan
·
Reagen mayer
·
Shinoda
·
Reagen wagner
·
Kloroform
·
Etanol
·
Asetanol
·
Reagen dragendorf
·
Heksane
·
NaOH padatan
·
Iodine
·
Brusin
·
KI
VI.
Prosedur Kerja
Adapun
langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
1. Sebanyak
0,5 gram simpilsa tumbuhan yang telah dihaluskan diekstraksi dengan 10 ml
etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi.
2. Hasil
ekstrak disaring dan filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat
3. Tambahkan
beberapa tetes HCl pekat
4. Selanjutnya
ditambahkan lebih kurang 0,2 gr bubuk magnesium
5. Apabila
timbul warna merah tua maka menandakan contoh mengandung flavonoid. (Cara uji
teknik shinoda (Mg + HCl))
6. Adapun
cara lain pada pengujian flavoboid yakni dengan menambahkan ekstrak etanol
diatas dengan 2 tetes NaOH 10%.
7. Jika
terjadi perubahan warna kuning-orange merah maka senyawa mengandung flavonoid
8. Amati
hasil percobaan
Video
terkait praktikum :
Permasalahan
:
1) Mengapa
pada percobaan ini digunakan bubuk magnesium?
2) Pada
percobaan ini apa fungsi dari ditambahkannya 2 tetes NaOH 10% pada ekstrak
etanol?
3) Apa
fungsi dari penambahan HCL pekat?



1. Untuk mereduksi inti benzopiron pada suatu senyawa flavonoid . Terimakasih
BalasHapus2. untuk melakukan pengujian pada senyawa yang telah diekstrak apakah memiliki kandungan flavonoid atau tidak terimakasih.
BalasHapus3. Fungsi penambahan asam klorida adalah sebagai regent untuk menguji ada atau tidaknya senyawa flavonoid pada sampel
BalasHapus