LAPORAN PERCOBAAN 4 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 4
VII.
DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Masukkan ke dalam labu 3 gram
asam salisilat + 10 ml metanol + 1,5 ml H2SO4 |
Untuk terjadinya reaksi Esterifikasi
Penggunaan asam sulfat ialah sebagai katalis yang mempercepat reaksi |
|
|
2 |
Siapkan kondensor dan panaskan
rekflus selama 90 menit |
Fungsi refluks untuk mereaksikan dengan sempurna dari
2 campuran tersebut sehingga dapat bercampur dengan baik. |
|
|
3 |
Distilasi kelebihan metanol (Catatan: jika suhu turun menjadi sekitar 60 ° C, hentikan) |
|
Menghasilkan
larutan berwarna keruh |
|
4 |
Cuci produk dengan 25 ml air suling dan masukkan pada corong
pisah lalu goncang dengan
kuat sampai
terbentu 2 lapisan dan sesekali
buka keran corong pisah |
Untuk
memisahkan larutan
menjadi 2 lapisan yakni ester dan air, guna membuka keran corong pisah ialah
untuk mengeluarkan gas berlebih |
Terdapat 2
lapisan larutan. Yang atas keruh seperti air cucian beras dan yang di bawah
keruh kekuningan |
|
5 |
Pisahkan ke2
larutan, ambil yang dibawah saja dan masukkan pada gelas kimia |
|
Warna larutan
keruh |
|
6 |
Lanjutkan membilas dengan 5 ml air suling, 5 ml larutan NaHCO3
jenuh, dan 10 ml air suling
di dalam corong pisah |
Agar pH
larutan 7 |
Warna larutan
sedikit agak jernih |
|
7 |
Tambahkan dengan NaSO4 anhidrat |
Untuk
mengentalkan larutan |
Larutan
mengental |
|
8 |
Jika produk keruh, Panaskan dalam bak air |
Menjernihkan
larutan |
Larutan jernih |
|
9 |
Ukur hasil
yang di dapat |
|
Di dapat hasil
2 ml |
VIII.
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kita membuat
senyawa organik Ester metil salisilat atau minyak Gandapura di mana kita
menggunakan asam salisilat dan metanol sebagai bahan dasar dan asam sulfat
pekat sebagai katalisatornya. Reaksi yang terjadi disini itu reaksi
esterifikasi yang mana reaksi ini adalah reaksi reversible Oleh sebab itu
campuran reaksi ini adalah campuran kesetimbangan dan pereaksi dan hasil
reaksinya untuk membuat reaksi ini berguna untuk sintesis Ester.
IX.
PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1) Mengapa
terjadi perbedaan pada nilai titik didih minyak gandapura pada percobaan ini
dengan teoritisnya?
2) Mengapa
pada saat pengocokan setelah ditambahkan metanol dilakukan secara kuat-kuat,
tolong jelaskan alasannya?
3) Pada
prosedur seharusnya kita menggunakan refluks, tetapi pada peraktikan yang kita
lakukan kita tidak menggunakan refluks tetapi menggantikannya dengan destilasi.
Menurut anda bagaimana dengan hasil yang kita dapatkan, apakah berpengaruh?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum kali ini
didapat kesimpulan berupa:
1. Metil salisilat dapat diperoleh dari
sintesis asam salisilat dengan metanol dengan bantuan asam sulfat pekat
berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi, yang mana reaksi ini bersifat
reversibel maka untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara
menambahkan pereaksi.
2. Reaksi esterifikasi adalah reaksi
yang mereaksikan sebuah devirat asam karboksilat (asam salisilat) dan alcohol
primer (methanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang
tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa
air.
3. Metil salisilat dapat diperoleh dari
sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan
prinsip reaksi esterifikasi.
4. Fungsi dari penambahan natrium
bikarbonat yaitu untuk menghilangkan asam yang berperan sebagai katalis.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Chang,
Raymond.2012. Kimia Dasar I. Jakarta: Erlangga
Priyono,
K. 2015. Optimasi Produk Goultherin dari Gandapura dengan Teknologi Mixed. Driying Extraction. Jurnal
Teknik Industri. Vol.15.No.2. Fakultas Teknik UNDIP.
Rinda,
S. 2015. Sintesis salisilat dari komponen utama minyak Gandapura. Kimia Student Journal. Vol.1. No.1. Malang:
Universitas Brawijaya.
Tim
Kimia Organik II. 2019. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi: Universitas Jambi.
Wahyu,D.
2016. Uji Analgesik asam 2(-3-klorometil)
Benzoiloksi) Benzoat dan Asam 2(-4-Klorometil)
Benzoiloksi) Benzoat pada Tikus Jantan dengan Metode Plunaritas. Jurnal Ilmu Dasar. Vol.17. No.1.



Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan menjawab no.3
BalasHapusPastinya berbeda refluks dengan destilasi, dimana refluks disini untuk penyempurnaan reaksi sedangkan destilasi untuk penyulingan. Nah jika pada reaksi tidak dilakukan refluks pastinya akan berpengaruh pada persen rendemen yang dihasilkan dimana akan lebih sedikit persen rendemen akan diperoleh
terimakasih :)
Baiklah saya Firda Oetary (021) akan mencoba menjawab permasalahan saudari no 1 , adapun hal yang menyebabkan perbedaan titik didih pada percobaan yang dilakukan dan pada literatur bisa saja dikarenakan adanya faktor-faktor seperti zat pengotor, kelarutannya tidak terlalu murni,dan bisa saja disebabkan oleh bahan yang digunakan. Sehingga hasil. Didih yang didapatkan tidak sesuai dengan teori.
BalasHapusTerima kasih
Baiklah saya akan menjawab nomor 2.menurut saya agar semua bahan tercampur dengan cepat dan sempurna.terimakasih
BalasHapus