LAPORAN PERCOBAAN 7 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 7
VII.
DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Proses refluks : Dimasukkan 25 gram teh kedalam labu dalas datar 500 ml +
10 gram CaCO3 + 250 ml aquades dan diaduk |
Untuk dilakukan proses refluks |
- |
|
2 |
Direfluks larutan selama 20 menit dan hentikan |
Agar larutan bercampur dengan baik |
- |
|
3 |
Disaring dan dekantasi larutan |
Untuk memisahkan larutan dari padatan teh |
Larutan berwarna cokelat gelap |
|
4 |
Didiamkan filtrate sampai suhu ruang |
Agar padatan yang tidak larut akan mengendap |
- |
|
5 |
Proses ekstraksi cai-cair : Dituangkan filtrate kedalam corong pemisah + 25ml metilen
klorida |
- |
- |
|
6 |
Dikocok secara perlahan,dan sesekali dibuka kran corong
pemisah |
Untuk memisahkan larutan dan mencegah terjadinya emulsi |
Terbentuk 2 lapisan : Atas : coklat gelap Bawah : jernih ( hasil ekstraksi) |
|
7 |
Dimasukkan hasil ekstraksi kedalam erlenmeyer |
- |
- |
|
8 |
Proses ekstraksi bertingkat : Dimasukkan 25ml metilen klorida kedalam corong pemisah
yang masih berisi larutan cokelat tadi |
Agar metilen klorida bisa melarutkan zat dengan baik |
- |
|
9 |
Dikocok kembali sambil sesekali dibuka kran corong pemisah |
Untuk memisahkan larutan |
Terbentuk 2 lapisan: Atas: cokelat gelap Bawah : hijau bening |
|
10 |
Dimasukkan hasil ekstraksi yang terdapat pada lapisan
bawah kedalam erlenmeyer |
- |
- |
|
11 |
Ditambahkan sebanyak 5x sudip Na2SO4 anhidrat kedalam
Erlenmeyer yang berisi hasil ekstrasi |
Untuk dilakukan dekantasi |
Larutan berwarna jernih |
|
12 |
Proses rekristalisasi : Ditambahkan 10 ml aseton kedalam gelas kimia dipanaskan
kembali hingga larutan tersisa sedikit |
- |
Larutan berwarna kekuningan |
|
13 |
Ditambahkan N- heksana dengan cara ditetesi sedikit demi
sedikit |
Agar larutan jenuh dan diperoleh endapan |
Terdapat endapan putih dibagian bawah gelas kimia |
|
14 |
Didinginkan larutan menggunakan mangkuk berisi es batu |
Agar Kristal lebih cepat terbentuk |
Kristal berwarna putih |
|
15 |
Disaring Kristal menggunakan kertas saring dan corong
gelas |
Untuk mendapatkan kristal |
Kristal berwarna putih |
|
16 |
Dipindahkan Kristal keatas cawan dan dioven selama kurang
lebih 5 menit dengan suhu 100ºC |
- |
Kristal berwarna putih |
|
17 |
Ditimbang Kristal menggunakan neraca analitik |
- |
Didapat 0,358 gr caffein |
|
18 |
Dilakukan penentuan titik lebur dan titik didih dengan
melting point |
- |
- |
|
19 |
Dikarakterisasi dengan FTIR |
- |
- |
VIII.
PERHITUNGAN
IX.
PEMBAHASAN
Secara umum, untuk golongan senyawa alkaloid memiliki
sifat-sifat antara lain alkaloid biasanya berbentuk Kristal tak bewarna, tidak
mudah menguap, tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organic misalnya
seperti etanol, eter dan kloroform. Alkaloid juga bersifat basa yang pada
umumnya berasa pahit, dan juga bersifat racun yang mempunyai efek fisiologis,
serta optis aktif. Alkaloid memiliki
sifat fisiologis yang menonjol dan juga sering digunakan secara luas dalam
bidang pengobatan.
Alkaloid adalah senyawa basa nitrogen heterosiklik yang
berada dalam tumbuhan. Pada percobaan ini simplisia yang digunakan adalah daun
teh dimana didalam daun teh ini mengandung kafein, disini isolasi dilakukan
dengan cara ekstraksi yang dilakukan dua kali yaitu ekstraksi cair-cair dan
ekstraksi bertingkat atau pemisahan beberapa padatan atau cairan dengan bantuan
pelarut kemudian dilakukan proses reksristalisasi.
Pada percobaan isolasi alkaloid dengan menggunakan ekstrak
daun teh,langkah pertama yang harus dilakukan adalah merefluks larutan dima
larutan ini terdiri dari ekstrak daun teh yang ditambahkan dengan CACO3 dan
aquades tujuan dilakukan proses refluks/ pemanasan agar reaksi lebih cepat
terjadi dan agar larutan melarut secara sempurna proses refluks ini dilakukan
selam 20 menit kemudian larutan disaring dan didekantasi dan didapatlah hasil
larutan berwarna cokelat gelap. Langkah selanjutnya yaitu dilakukan proses
ekstraksi cair-cair tujuan dilakukannya ekstraksi untuk memisahkan larutan
dengan filtratnya caranya yaitu dengan menungkan filtrate kedalam corong
pemisah kemudian ditambahkan dengan metilen klorida. Metilen klorida sangat
baik digunakan untuk proses pemisahan karena dapat memisahkan larutan dengan
baik,dikocok larutan secara perlahan agar tidak terjadi emulsi dan didapatlah
hasil terbentuk 2 lapisan : lapisan atas
berwarna coklat gelap dan lapisan bawah jernih ( hasil ekstraksi ), dan larutan
jernih dipisahkan.
Langkah yang selanjutnya dilakukan lagi proses ekstraksi
kedua kali yaitu proses ekstraksi bertingkat dimana langkah yang dilakukan
yaitu menambahkan kembali metilen klorida kedalam corong pemisah kemudian
dikocok lagi secara perlahan kemudian terbentuk 2 lapisan lagi : lapisan atas
berwarna coklat gelap dan lapisan bawah berwarna hijau bening, dan dimasukkan
larutan yang hijau bening hasil ekstraksi kedalam Erlenmeyer dan ditambahkan
dengan NA2SO4 anhidrat sebanyak 5x sudip dan dipanaskan agar reaksi bisa
berjalan dengan cepat dan membentuk Kristal caffeine sebagai produk.
Langkah terakhir yaitu dilakukan proses reksristalisasi
dengan cara menambahkan aseton kedalam gelas kimia dan dipanaskan didapatkan
larutan berwarna kekuningan setelah itu didinginkan dan ditetesi dengan
N-heksana sedikit demi sedikit tujuannya supaya larutan menjadi jenuh dan
terbentuk endapan dan dihasilkan endapan selanjutnya didinginkan larutan
menggunakan mangkuk berisi es batu agar Kristal terbentuk lebih cepat kemudian
disaring menggunakan kertas saring dan dioven Kristal sekitar 5 menit dengan
suhu 100C dan didapatlah Kristal caffeine dari ekstrak daun teh sebanyak
0,358gr dengan % ekstrak caffeine sebesar 1,432%.
X.
PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1) Mengapa
pada percobaan kali ini dilakukan dekantasi?
2) Apa
fungsi dari karakterisasi dengan FTIR pada perlakuan terakhir?
3) Mengapa
pada percobaan ini dilakukan 2 kali proses ekstraksi?
XI.
KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:
1) Teknik-teknik
isolasi bahan alam khususnya alkaloid dapat dilakukan dengan cara
ekstraksi,kemudian dapat pula dengan uji kromatografi dan refluks
2) Sifat-sifat
kimia alkaloid dengan reagennya , yaitu :
a) Jika
direkasikan dengan pereaksi mayer akan membentuk endapan kuning
b) Jikadireaksikan
dengan pereaksi dragendrof akan membentuk endapan putihReaksi yang terjadi
adalah reaksi cannizarro dimana aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa
bereaksi dengan basa kuat mengalami oksidasi dan reduksi serentak atau
diproposikan menjadi asam benzoate atau benzyl alkohol.
XII.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah. 2013. Analisa Kafein Dalam The
Bubuk Dikota Manado Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS. Manado:Univ
Samratulangi
Muderawan. 2002. Kimia Organic. Jakarta:Erlangga
Novianty, Syah Fitri. 2008. Pengaruh Berat Dan Waktu Penyeduhan Terhadap
Kadar Kafein Dari Bubuk Teh. Medan: Universitas Sumatera Utara
Tim Penuntun Kimia Organik II.2019.
Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi
Widi, R.K, dan Indriati T, 2007,
Penjaringan dan Identifikasi Senyawa Alkaloid dalam Batang Kayu Kuning
(Arcangelisia Flava Merr), J urnal Ilmu Dasar, Vol. 8, No. 1. hal. 24–29.



Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 1 yaitu Mengapa pada percobaan kali ini dilakukan dekantasi? Menurut saya mengapa dilakukan dekantasi karena disini kita ingin menguji simplisia yaitu teh yang mengandung metabolite sekunder yaitu alkaloid dimana alkaloid pada teh itu yaitu kafeinnya dimana fungsi dari dekantasi ini adalah memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). Terima kasih
BalasHapusbaiklah saya erma johar (031) akan menjawab pertanyaan no 3. dilakukan esktraksi 2 kali agar didapatkan larutan yang murni sehingga nantinya akan dapat dilakukan rekristalisasi
BalasHapusBaiklah saya mencoba menjawab nomor 2.menurut saya untuk menjamin keseragaman mutu bahan agar memenuhi persyaratan standar hasil dan ekstrak.
BalasHapus