JURNAL PERCOBAAN 10 "ISOLASI SENYAWA p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (Kaemferiam galangan L.)"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA :
Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM :
A1C118029
Kelas :
Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 10
I. Judul : Isolasi Senyawa p-Metoksi
Sinamat dari Kencur (Kaemferiam galnga L)
II. Hari/Tanggal :
Rabu, 09 Desember 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari
praktikum ini, yaitu :
a. Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya fenilpropanoid.
b. Dapat mengenal sifat-sifat kimia fenilpropanoid melalui
reaksi-reaksi pengenalan yang
spesifik.
IV. Landasan teori :
Kencur adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh dikebun,
pekarangan rumah dan digunakan untuk bumbu dapur dan termasuk salah satu
tanaman obat tradisional Indonesia. Senyawa kimia terkandung didalamnya adalah
: etil p-metoksi sinamat,etil sinamat komponen yang utama, p-metoksistiren dll.
Kadar etil p-metoksinamat dalam kencur cukup tinggi bisa mencapai 10% karena
itu dengan mudah bisa di isolasi dari umbinya menggunakan pelarut petroleum
atau etanol. Biasanya ekstraksi digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa
organic dari campurannya. Ragam ekstraksi ini bergantung pada tekstur dan
kandungan air bahan tumbuhan yang diekstraksi dan pada jenis senyawa yang
diisolasi (Tim Kimia Organik, 2019).
Etil p-Metoksisinamat (EPMS) merupakan senyawa yang termasuk
dalam golongan ester yang mengandung cincin benzene dan gugus metoksi yang
bersifat non polar. Terdapat pula gugus karbonil yang mengikat etil yang
bersifat sedikit polar sehingga dalam proses ekstraksi dapat digunakan pelarut
yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, methanol, air dan
heksana. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi harus mempunyai kepolaran
yang berbeda ( Setyawan,2015).
Menurut Dadi dalam Pratiwi (2018), mengatakan bahwa rimpang
kencur juga digunakan sebagai penghilang bau badan dan merawat kulit yang
mengalami iritasi, selain itu tepung rimpang kencur memiliki salah satu
kandungan senyawa Ethyl P-Methoxycinnamate (EPMS) adalah salah satu senyawa
isolasi kencur yang merupaka bahan dasar pelindung kulit dari sengatan sinar
matahari , rimpang kencur diolah menjadi tepung rimpang kencur dan digunakan
sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kosmetik sebagai campuran atau bahan tambahan
dala pembuatan kosmetik.
Senyawa etil p-metoksi sinamat adalah turunan sinamat yang
berasal dari jalur biosintesis asam sinamat dan memiliki rangkap karbon C6-C3.
Dialam turunan sinamat terdapat dalam bentuk ester atau glikosidanya. Etil
P-metoksi sianamat terdapat dalam bentuk ester berwujud padatan Kristal
berwarna putih kekuningan dan mempunyai bau khas aromatis yang sangat kuat.
Analisis karakteristik serbuk Kristal etil P-metoksi sinamat kromatografi lapis
tipis dengan eluen methanol dan aseton. Hasil analisis KLT dengan fase gerak methanol: aseton (2:1)
menunjukkan bahwa senyawa p-metoksi sianamat m nilai RF 0,68 (Nirmala, 2017).
Menurut Fessenden, R dan Fessenden, J dalam Puspaningrat
(2019), ekstraksi sokletasi merupakan suatu metode pemisahan yang melibatkan
pemindahan subtansi dari fasa material kedalam fasa lain dan kedua fasa tidak
saling melarutkan. Dimana, ekstraksi ini merupakan metode paling umum yang
dapat memisahkan bahan alam yang terdapat dalam tumbuhan dengan menggunakan
pelarut yang dapat melarutkan zat yang ingin dipisahkan. Beberapa zat dalam
larutan dapat rusak atau terurai dengan pemanasan sehingga suhu esktraski
sangat perlu diperhatikan. Oleh karena itu, ekstraksi etil p-metoksisinamat
dari kencur tidak boleh menggunakan suhu yang lebih dari titik lelehnya yaitu
48-50ºC.
Untuk mendapatkan ekstrak dari kensur bisa digunakan cara
ekstraksi soxlet, yang mana ekstraksi merupakan metode pemisahan yang
memperlibatkan adanya pemindahan substansi dari fase material ke fase lain,
kemudian fase ini juga tidak bisa larut satu samma lain jadi kedua larutan ini
akan terpisah. Metode ini biasa dipkai untuk memisahkan bahan alam yang
terkandung di dalam tanaman dengan menggunakan pelarut yang sesuai (Selamat,
2003).
V. Alat
dan Bahan
a. Alat
·
Erlenmeyer 250 ml
·
Kertas saring
·
KLT
·
Penangas air
·
Corong Buchner
·
Labu bulat
·
Corong biasa
·
Evavorator
·
Alat ukur TI
b. Bahan
·
Kencur yang telah ditumbuk
·
Kloroform
·
Etanol
·
NaOH
·
Methanol
·
Asam sulfat klorida
VI.
Prosedur Kerja
Adapun
langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
A. Isolasi
Etil p-Metoksi Sinamat
1. Dimasukkan
serbuk kencur kedalam Erlenmeyer 250ml.
2. Direndam
dengan 100ml klorofrom.
3. Dihangatkan
pada penangas air sambil digoyang-goyang
4. Dibiarkan
selama setengah jam pada temperature kamar kemudian saring..
5. Dipisahkan
residu kencur dan ulangi perkolasi sekali lagi menggunakan pelarut dengan jumlah
yang sama
6. Diperoleh
filtrate kemudian digabung dan dipekatkan dibawah tekanan rendah (evavorator) sampai
volume larutan kira-kira setengahnya
7. Didinginkan
larutan pekat dalam air es, padatan yang terbentuk disaring dengan corong Buchner,
filtrate dipekatkan sekali lagi dan padatan yang kedua setelah disaring digabung
kemudian ditimbang.
8. Dihitung
rendemennya! Reksistalisasi dilakukan dalam klorofrom, kemudian diukur titik
lelehnya dan bandingkan dengan literature (45-50ºC).
B. Pemeriksaan
Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
1. Dilarutkan
sampelkristal hasil isolasi dalam petroleum eter menggunakan kapiler ditotolkan
pada plat KLT ukuran 2x5 cm.
2. Digunakan
etil p-metoksi sinamatdan asam p-metoksi sinamat standar sebagai pembanding pada jarak 0,5 cm dari bawah.
3. Dimasukkan
dalam chamber yang telah dijenuhkan dengan eluen kloroform , pengamatan bercak
dilakukan dengan melihatnya dibawah lampu UV atau dimasukkan kedalam chamber iodium.
4. Dihitung
rf-nya dan dibandingkan dengan standar
C. Pemeriksaan
Spektroskopi Ultra Violet
1. Dilarutkan
Kristal hasil isolasi dalam methanol.
2. Dibuat
spectrum ultra violetnya pada daerah panjang gelombang 200-300 nm.
D. Pemeriksaan
Spektroskopi Infra Merah
1. Dibuat
pellet Kristal hasil isolasi dengan KBr kering
2. Dibuat
spectrum infra merahnya
Video
terkait praktikum :
Permasalahan
:
1) Mengapa
pada reaksi hidrolisis etil p-metoksi sinamat dilakukan dalam suasana basa
kenapa tidak di lakukan dalam suasana asam, tolong jelaskan hal tersebut!
2) Dari
ketiga proses identifikasi yaitu KLT, spektroskopi UV dan spektroskopi IR
manakah yang lebih efektif dalam mengidentifikasi senyawa hasil isolasi etil
p-metoksi sinamat ?
3) Mengapa
pada percobaan ini pada saan residu dipisahkan dilakukan perkolasi sebanyak dua
kali?



Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no. 3
BalasHapusPerkolasi sendiri adalah proses penyarian simplisia dengan jalan melewatkan pelarut yang sesuai secara lambat pada simplisia dalam suatu percolator. Perkolasi bertujuan supaya zat berkhasiat tertarik seluruhnya dan biasanya dilakukan untuk zat berkhasiat yang tahan ataupun tidak tahan pemanasan. Sehingga tujuan dilakukan 2 kali, agar didapat isolasi p-metoksi sinamat secara maksimal. Terimakasih :)
Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no. 2
BalasHapusDiantara KLT, spektroskopi UV dan spektroskopi IR. yang lebih efektif dalam mengidentifikasi senyawa hasil isolasi etil p-metoksi sinamat adalah KLT. Terimakasih
Baiklah saya akan menjawab no.or 1.menurut saya untuk mendapatkan ekstram kencur yang murni.terimakasih
BalasHapus