JURNAL PERCOBAAN 11 "UJI KARBOHIDRAT"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA :
Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM :
A1C118029
Kelas :
Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 11
I. Judul : Uji Karbohidrat
II. Hari/Tanggal :
Rabu, 09 Desember 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari
praktikum ini, yaitu :
a. Dapat mengetahui karbohidrat yang lazim dan sifat fisisnya.
b. Dapat mengetahui dan mempelajari perbedaan sifat fisis dan
kimia dari monosakarida, disakarida dan polisakarida.
c. Dapat mengetahui reaksi karbohidrat dengan kimiawi dasar dari
gugus fungsi.
d. Dapat mempelajari dan mengetahui beberapa reaksi karbohidrat
yang penting dalam metabolisme.
IV. Landasan teori :
Kabohidrat diartikan sebagai senyawa yang memiliki rumus
molekul Cn(H2O)n. karbohidrat juga merupakan turunan dari aldehid atau
keton dari alcohol polihidroksi ataupun senyawa turunan sebagai hasil
dari hidrolisis senyawa kompleks. Karbohidrat juga yang dihasilkan oleh tanaman
merupakan cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar, batang, dan juga
bijinya sebagai pati (amilum). Karbohidrat yang ada di dalam tubuh manusia dan
juga hewan bisa dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak dan
sebahagian besar didapat dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
(Sirajuddin dalam Tim Kimia Organik II, 2020).
Karbohidrat adalah sumber tenaga utama pada manusia, yang
menyediakan 4 kalori energy pangan per gram. Karbohidrat memiliki perana yang
sangat penting di dalam menentukan karakteristik bahan makanan, seperti
contohnya warna, rasa, tekstur dan lain-lain. Sedangkan di dalam tubuh,
karbohidrat berfungsi untuk mencegah terjadinya pertumbuhan ketosis, pemecahan
tubuh protein yang berlebih, kehilangan banyak mineral dan berguna juga untuk
membntu proses metabolisme lemak dan juga protein (Fessenden, 1990).
Karbohidrat terdiri dari unsur C, H, dan O. Jumlah atom
hydrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1. Karbohidrat dapat dibedakan
menjadi: monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida ialah
karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi
karbohidrat lain. Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena
terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon. Menurut Sunita Almatsier, ada tiga jenis
heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu
6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya
terletak pada cara penyusunan atom-atom hydrogen dan oksigen di sekitar
atom-atom karbon (Sunita , 2009).
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang menjadi sumber
energi penting bagi makhluk hidup. Hal ini karena dalam karbohidrat mengandung
unsur karbon yang siap digunakan oleh sel. Karbohidrat dapat diartikan sebagai
turunan dari aldehid atau keton dari suatu alkohol polihidrik karena mengandung
lebih dari satu gugus hidroksi, atau senyawa turunan hasil hidrolisis senyawa
tersebut (Poedjiadi, 2006).
Menurut Rahman (2007), Adanya karbohidrat dalam makanan dapat
diidentifikasi secara kualitatif maupun kuantitatif. Uji kualitatif karbohidrat
yang mendasarkan pada pembentukan warna dapat dilakukan dengan cara:
·
Uji molish
Uji ini berlaku umum, baik untuk aldosa maupun ketosa.
Caranya, karbohidrat ditambah H2SO4melaluidinding-dinding tabung. Asam sulfat
akan menyerap air dan membentuk furfural yang selanjutnya dikopling dengan
α-naphtol membentuk senyawa gabungan berwarna ungu. Jika yang dideteksi pentose
akan terbentuk furfural, sementara itu jika aldosa yang dideteksi akanterbentuk
hidroksimetilfurfural.
·
Uji selliwanof
Uji ini positif terhadap ketosa, misal fruktosa. Akan tetapi
negative terhadap aldosa. Pereaksi dibuat dengan mencampurkan resorsinol dengan
HCl pekat kemudian diencerkan dengan akuades. Uji dilakukan dengan menambahkan
larutan sampel ke dalam pereaksi lalu dipanaskan dalam air mendidih. Adanya
warna merah menunjukkanadanya ketosa.
·
Uji benedict
Uji ini positif untuk gula pereduksi/ gula inversi seperti
glukosa dan fruktosa. Caranya gula reduksi ditambahkandengan campuran
CuSO4(tembaga sulfat), natrium sitrat (NaSO3) dan natrium karbonat (NaCO3) lalu
dipanaskan maka akan terbentuk endapan kupro oksida (Cu2O) yang berwarna merah
coklat.
Uji ini terjadi dalam suasana basa/alkalis karena gula akan
mereduksi dalam suasana basa. Natrium sitrat berfungsi sebagai pengkelat Cu
dengan membentuk kompleks Cu-sitrat. Natrium karbonat berfungsi untuk
menciptakan suasana basa.
·
Uji fehling
Uji ini hampir sama dengan uji benedict yang bertumpu pada
adanya gula pereduksi pada karbohidrat. Cara ujinya: gula reduksi ditambah
campuran larutan CuSO4dalam suasana alkalis (dengan ditambah NaOH) dan ditambah
dengan Chelating agent, lalu dipanaskan maka akan terbentuk endapan kupro
oksida.
·
Uji iodium
Polisakarida dengan penambahan iodium akan membentuk kompleks
adsorpsi berwarna yang spesifik. Amilum atau pati yang dengan iodium
menghasilkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, sedangkan
glikogen dan sebagian pati yang terhidrolisis akan membentuk warna merah.
Sedangkan uji kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa
metode diantaranya:
·
Metode luff school
Metode ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan glukosa
dalam bahan yang akan diuji (contohnya buah) berdasarkan pada reaksi titrasi
iodometri dari kelebihan Cu.
·
Metode dinitrosalisilat
(DNS)
Metode ini dapat digunakan untuk mengukur gula pereduksi
dengan teknik kolorimetri. Teknik ini hanya bisa mendeteksi satu gula
pereduksi, misalnya glukosa. Gugus aldehida yang dimiliki oleh glukosa akan
dioksidasi oleh asam 3,5 dinitrosalisilat menjadi gugus karboksil.
·
Metode asam fenol
sulfat
Metode ini disebut juga dengan metode TS (total sugar) yang
digunakan untuk mengukur total gula. Metode ini dapat mengukur dua molekul gula
pereduksi.
V. Alat
dan Bahan
a. Alat
·
Tabung reaksi
·
Pipet tetes
·
Pipet volume
·
Bulb (filter)
·
Kompor listrik
·
Lampu alkohol atau spiritus
·
Pengaduk kaca
·
Martar atau lumpang
·
Stopwatch
·
Gelas kimia 100 dan 200 ml
·
Gelas dan termometer
b. Bahan
·
Glukosa
·
Sukrosa
·
Selulosa atau Pati
·
Asam sulfat pekat
·
Asam klorida
·
Natrium hidroksida (NaOH)
·
Pereaksi molisch
·
Pereaksi Benedict
·
Larutan iod
·
Pereaksi tollens
·
Pereaksi fehling
·
Pereaksi basa kuat
·
Pereaksi iod dan aquades
VI.
Prosedur Kerja
Adapun
langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
6.1.
Uji Molisch
i.
Diisi masing-masing tabung reaksi dengan
5 ml larutan gula (glukosa, sukrosa, zat Pati/selulosa dalam air)
ii.
Ditambahkan 1 tetes pereaksi molisch dan
dikocok perlahan
iii.
Dimiringkan tabung lalu ditambahkan ke
dalam 5 mili asam sulfat pekat dengan hati-hati melalui dinding tabung
iv.
Diperhatikan warna lingkaran yang
terbentuk pada batas pertemuan dari dua lapisan cairan dalam tabung
v.
Dikocok dan diencerkan dengan 5 ml air
akan terbentuk warna ungu tua
6.2.
Reaksi glukosa
I.
Pereaksi fehling
i.
Dimasukkan 2 ml larutan fehling a dan 2
ml larutan fehling B di dalam tabung reaksi
ii.
Ditambahkan beberapa tetes larutan
glukosa lalu dikocok perlahan lahan
iii.
Dimasukkan tabung tersebut ke dalam
penangas air lalu diamati dan dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis
reaksinya
II.
Pereaksi Benedict
i.
Dimasukkan 2 mili pereaksi Benedict ke
dalam tabung reaksi
ii.
Ditambahkan beberapa tetes glukosa dan
diaduk perlahan
iii.
Dimasukkan tabung ke dalam penangas air
lalu diamati dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis reaksinya.
III.
Pereaksi tollens
i.
Masukan 2 mili pereaksi tollens dan
beberapa tetes larutan glukosa ke dalam tabung reaksi
ii.
Dikocok perlahan dan dipanaskan lalu
ditulis reaksinya
IV.
Uji Iod
i.
Dimasukkan masing-masing sampai glukosa,
sukrosa, selulosa sebanyak 5 ml
ii.
Ditambahkan larutan iod sebanyak 5 tetes
dan diamati perubahan warna pada larutan
V.
Dengan basa kuat
i.
Dimasukkan 2 ml larutan glukosa 10% dan
0,5 ml NaOH 25% diaduk perlahan
ii.
Dipanaskan dalam air mendidih selama 5
menit dan diperhatikan rupa dan bahu dari zat yang terbentuk dan ditulis
reaksinya.
VI.
Reaksi Sukrosa
i.
Dilarutkan 1,5 gram sukrosa dalam 200 ml
air ke dalam tabung reaksi
ii.
Dilakukan seperti percobaan B nomor 1 2
3 dan 4 dengan menggunakan sukrosa sebagai pengganti glukosa
VII.
Reaksi Laktosa
i.
Dilarutkan 1,5 gram laktosa dalam 200 ml
air.
ii.
Dilakukan seperti percobaan b 1 2 3 dan
4 dengan menggunakan laktosa sebagai pengganti glukosa
6.3.
Reaksi Pati
1. Digerus
menggunakan lumping sebanyak 0,5 gram Pati dengan sedikit air hingga terbentuk
pasta dan dipindahkan ke gelas piala
2. Ditambahkan
air dan dilakukan dekantasi sebanyak 3 kali dengan air sampai cairan di atas
endapan menjadi bening dan dikocok perlahan
3. Dilakukan
percobaan terhadap peti tersebut dengan menggunakan pereaksi fehling, basa kuat
dan iod
4. Digunakan
2 ml larutan suspensi zat Pati tadi untuk setiap percobaan
5. Diamati
dan dicatat setiap perubahan yang terjadi pada reaksi yang digunakan
6.4.
Reaksi Pati yang dihidrolisis
1. Dimasukkan
10 mili larutan Pati sisa percobaan 6.3 pada tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml
HCl pekat
2. Dipanaskan
perlahan dengan api kecil lalu diteteskan sedikit cairan pada larutan iodium
3. Dipanaskan
sampai larutan mendidih sambil setiap menit dilakukan uji warna
4. Dilakukan
uji ini 5 sampai 6 kali sampai tidak terjadi perubahan warna larutan dan
diamati
5. Dinetralkan
oleh larutan dan dilakukan uji menggunakan pereaksi fehling
Video
terkait praktikum :
Permasalahan
:
1) Pada
uji fehling pada larutan glukosa, warna apa yang dihasilkan dari reaksi
tersebut dan mengapa warna tersebut yang terbentuk?
2) Pada
reaksi pati yang di hidrolisis tahap terakhir di netralkan .sebutkan larutan
apa saja yang bisa digunakan untuk penetralan ini ?
3) Mengapa
dilakukan pemanasan pada proses uji menggunakan pereaksi fehling, benedict dan
iod ?



Wisliana (A1C118060)
BalasHapus3. dilakukan pemanasan pada proses uji menggunakan pereaksi fehling, benedict dan iod ialah untuk merubah gugus aldehid pada glukosa terputus ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH negatif membentuk asam glukonat (turunan asam karboksilat) CuO2 (endapan merah bata) adalah produk samping yang terbentuk dari reaksi pembentukan asam karboksilat.
Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no. 1
BalasHapusPada uji fehling pada larutan glukosa, warna yang dihasilkan adalah warna merah bata
Denora Situmorang (056)
BalasHapusmenurut saya penetran dapat dilakukan dengan penambahan NaOH