JURNAL PERCOBAAN 12 "UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA :
Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM :
A1C118029
Kelas :
Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 12
I. Judul : Uji Asam Amino dan Protein
II. Hari/Tanggal :
Rabu, 16 Desember 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari
praktikum ini, yaitu :
a. Untuk mempelajari kimia gugus asam amino dan gugus amina pada
asam amino dan protein.
b. Untuk mengenal uji kimia yang dapat membedakan asam amino dan
protein
c. Untuk membandingkan sifat-sifat golongan primer alami
(protein) dengan monomernya (asam amino).
d. Untuk mempelajari beberapa bahan pangan yang mengandung
protein dan asam amino
e. Untuk menentukan reaksi pada koagulasi protein
f. Untuk menentukan reaksi protein dengan logam-logam beratDapat
mengenal sifat-sifat kimia fenilpropanoid melalui reaksi-reaksi
pengenalan yang spesifik.
IV. Landasan teori :
Protein yang dijumpai kadang-kadang berkonjugasi dengan
makromolekul atauun mikromolekul seperti polisakarida, lipid dan bisa saja
fosfat. Protein yang terkonjugasi dikenal antara lain fosfoprotein,
nucleoprotein, lipoprotein dan masih ada lagi yang lain. Protein yang
dibutuhkan oleh organisme bisa digolongkan menjadu 2 golongan utama yaitu:
protein sederhana dan protein terkonjugasi. Protein sederhana adalah protein
yang jika dihidrolisis maka hasilnya hanya asam amino. Tetapi protein
terkonjugasi ialah protein yang jika dihidrolisis tidak hanya menghasilkan asam
amino tetapi juga menghasilkan senyawa-senyawa organic atau nonorganic lain
yang biasa dikenal dengan gugus prostetic (Sumarno dalam Tim Kimia Organik II,
2020).
Protein merupakan salah satu zat gizi yang penting bagi
tubuh, dimana protein ini berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh,
dan merupakan zat pengatur didalam tubuh. Selain itu protein juga berperan
dalam membentuk jaringan baru dan memelihara jaringan tubuh yang ada dan mengganti
jaringan tubuh yang mati. Protein dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu
protein nabati dan protein hewani. Protein nabati biasanya berasal dari tanaman
sedangkan protein hewani didapat dari hewan seperti dagingnya ataupun susunya
(Kunsah, 2017).
Kualitas protein
dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah dari asam amino yang terdapat dalam
protein tersebut. struktur protein dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu yang
pertama merupakan struktur primer dimana pada struktur ini urutan asam amino
memiliki bentuk seperti rantai polipeptida. Struktur sekunder berupa rantai
polipeptida yang distabilkan oleh pola teratur dari ikatan hidrogen antar gugus
Co dan NH. Pada struktur tersier asam amino penyusun protein terletak berjauhan
(Devi, 2013).
Asam amino dan protein secara umum mempunyai sifat-sifat
fisik yang sama.Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam
amino yang biasa dijumpai pada protein. Dari struktur umumnya, asam amino
mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya, yaitu gugus amino dan gugus
karboksil, yang digambarkan sebagai strukturion dipolar. Gugus amino dan gugus
karboksil padaasam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Karena asam amino
mengandung kedua gugus tersebut, senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang
yang mencirikan gugus-gugusnya. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan
esterifikasi(Girindra, 1993).
Ada beberapa metode analisis asam amino, misalnya metode
gravimetric,kalorimetri, mikrobiologi, kromatografi dan elektroforesis. Salah
satu metode yang banyak memperoleh pengembangan ialah metode kromatografi.
Macam-macam kromatografi ialah kromatografi kertas, krometografi lapis tipis
dan kromatografi penukar ion (Poedjiadi, 1994).
Asam amino merupakan komponen yang menyusun protein dimana
satu atom C sentral akan mengikat secara kovalen. Asam amino dapat
dikelompokkan kedalam 2 golongan yaitu asam amino esensial dan asam amino non
esensial. Asam amino esensial merupakan asam amino yang berasal dari luar tubuh
karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi asam amino ini sehingga asam amino
jenis ini didapatkan dari sumber makanan. Sedangkan pada asam amino non
esensial merupakan asam amino yang
diproduksi oleh tubuh manusia (Abdullah, Nurjanah, Hidayat, & Yusefi,
2013).
V. Alat
dan Bahan
a. Alat
·
Pipet
·
Thermometer
·
Tabung reaksi
b. Bahan
·
HNO3 pekat
·
NaOH 10%
·
CuSO4 10%
·
HCl 10%
·
albumin 5%
·
NaOH pekat
·
HCl 5%
·
NaNO2 5%
·
asam glutamate
·
AgNO3 1%
·
albumin telur
·
gelatin
·
HNO3 pekat
VI.
Prosedur Kerja
Adapun
langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
A. Koagulasi
Protein
1. Disiapkan
tabung reaksi bersih sebanyak 5 buah, masing-masing diisi dengan 2 ml larutan
albumin 5 %
2. Pada
tabung 1 dilakukan pemanasan perlahan dengan api kecil, lalu dicatat suhu
ketika protein mulai berkoagulasi. Pada tabung 2 ditambahkan 4 ml etanol dan
HCl pekat. Pada tabung 3 ditambahkan HCl pekat, pada tabung 4 dimasukkan
beberapa tetes HNO3 pekat, dan pada tabung 5 ditambahkan beberapa tetes NaOH
pekat
3. Diamati
dan dicatat perubahan yang terjadi pada setiap tabung dan bandingkan hasilnya.
B. PENGENDAPAN
PROTEIN DAN KATION
1. Disiapkan
tabung reaksi bersih sebanyak 5 buah. Pada tabung 1 diisi dengan 5 ml air, pada
tabung 2 diisi dengan larutan albumin 5%, pada tabung 3 diisi 5 ml air dan 4
tetes HCl 10%, pada tabung 4 diisi 5 ml larutan albumin 10% dan 4 tetes HCl
10%, pada tabung 5 diisi dengan 5 ml air dan 4 tetes NaOH 10%. Lalu pada tabung
terakhir diisi dengan 5ml albumin 10% tetes dan 4 tetes NaOH 10%.
2. Dimasukkan
2 ml larutan CuSO4 10% pada masing-masing tabung.
3. Diamati
dan dicatat perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
C. PENGARUH
LOGAM BERAT PADA PROTEIN DAN LARUTAN ASAM AMINO
1. Dicampurkan
beberapa tetes larutan AgNO3 1% dengan 1 ml dari albumin telur, gelatin, dan
larutan asam glutamate pada tabung berbeda
2. Diamati
dan dicatat perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
D. REAKSI
WARNA BIURET UNTUK PROTEIN
1. Dimasukkan
1 ml larutan albumin 5 % kedalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 1 ml larutan
NaOH 10%. Kemudian ditambahkan 1 tetes larutan CuSO4 1%.
2. Diamati
dan dicatat perubahan yang terjadi pada setiap tabung
E. REAKSI
XANTHOPROTEAT DENGAN PROTEIN
1. Dimasukkan
sejumlah kecil serbuk kasein/gelatin kedalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 1
ml HNO3 pekat dan dipanaskan secara perlahan.
2. Diamati
dan dicatat perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
Video
terkait praktikum :
Permasalahan
:
1) Reaksi
apa yang terjadi pada koagulasi protein?
2) Apakah
fungsi ditambahkannya HNO3 pekat pada reaksi xanthoproteat ?
3) Pada
rekasi wana biuret dilakukan penabahan HNO3, apa kegunaan dari penambahan HNO3
tersebut?



Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusMenurut saya fungsi penambahan HNO3 pekat untuk mengetahui apakah serbuk kasein atau gelatin mengandung protein atau tidak.
Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.3
BalasHapusAdapun pada reaksi warna biuret mungkin saudari dewi keliru bahwasanya pada reaksi uji biuret disini tidak digunakannya HNO3. namun biasanya HNO3 sendiri digunakan sebagai reagen pereaksi di laboratorium . Terimakasih :)
Baiklah saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no 1
BalasHapusReaksi yang terjadi pada koagulasi protein adalah disebabkan karena penambahan elektrolot (asam, basa, atau garam). Terimakasih