JURNAL PERCOBAAN 13 "UJI LEMAK"

 

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II 



NAMA       : Dewi Mariana Elisabeth Lubis

NIM                    : A1C118029

Kelas          : Reguler B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

 

 

PERCOBAAN 13

I.       Judul                  : Uji Lemak  

II.    Hari/Tanggal      : Rabu, 16 Desember 2020

III. Tujuan                :

Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :

a.       Dapat mengenal akan beberapa sifat lemak

b.      Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak.

IV. Landasan teori   :

  Menurut Campbell dalam Tim Kimia Organik II (2020), lipid merupakan salat satu golongan molekul biologis besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa lipid ini dikelompokkan bersama dikarenakan lipid memiliki satu ciri khas, yaitu lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Dimana, sifat hidrofobik ini didasarkan pada struktur molekulnya. Walaupun lipid dapat memiliki ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon.

Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H dan O. lemak atau lipid merupakan salah satu nutria diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokaliri/gram, melarutkan vitamin A,D,E,K dan dapat menyedikan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemaka dipecahkan menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak gliserol. Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik bagi energy. Berdasarkan struktur kimianya lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar, minyak nabati dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh lemak tak jenuh, sedangkan lemak jenuh biasanya padat pada suhu lamar ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit (Angelina, 2016).

Lemak yang murni itu tidak memiliki warna, tidak berbau dan juga tidak memiliki rasa. Lmak tumbuh-tumbuhan yang berwarna itu dikarenakan oleh adanya pigmen asalnya, seperti karoten, xantofil, dan klorofil. Karena proses kimia juga seperti proses oksidasi atau pun proses hidrolisis, rasa dan aroa dari lemak menjadi tidak enak atau bau tengik. Lemak netral, merupakan yang kemak penyusunnya mempunyai rantai karbon yang panjang, tidak bisa larut dengan air tetapi bisa larut dengan lemak. Pelarut lemak yang baik digunakan untuk melarutkannya adalah kloroform, benzene, dan dietil eter (Sumardjo, 2009).

Suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. Dimana, sebagian hidrokarbon tersebut bersifat hidrofobik dan larut dalam zat non-polar, sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Dikarenakan adanya rantai hidrokarbon, sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air. Namun, sabun mudah tersuspensi dalam air karena membentuk misel (micelles). Kegunaan sabun ialah kemampuannya mengemulsi kotoran berminyak sehingga dapat terbuang dengan pembilasan. Kemampuan sifat ini didasarkan oleh dua sifat sabun, pertama rantai hidrokarbon sebuah molekul sabun larut dalam zat non-polar dan kedua, ujung anion molekul sabun yang tertarik pada air akan ditolak oleh ujung anion mokekul sabun yang menyembul dari tetesan minyak lain, Karena tolakan molekul-molekul antara tetes sabun-minyak, maka minyak tersebut tidak dapat saling bergabung tetapi tetap tersuspensi (Fessenden dan Fessenden, 1990).

Asam lemak bebas yang ada di dalam minyak goring adalah asam lemak yang berantai panjang dan tidak teresterifikasi. Asam lemak bebas ini mengandung asam lemak jenuh yang berantai panjang pula. Semakin banyak dikonsumsi maka akan meningkatkan kadar low density lipoprotein pada darah yang merupakan kolesterol jahat. Banyak asam lemak bebas yang ada didalam minyak goring ini menurunkan kualitas minyak (Sopianti, dkk. 2017).

Uji lipid dapat dilakukan dengan uji ketidakjenuhan lipid. Uji ketidakjenuhan ini digunakan untuk mengetahui apakah asam lemak tersebut termasuk asam lemak jenuh atau asam lemak tidak jenuh. Pada uji ini, digunakan iod hubl yang dijadikan sebagai indikator perubahan. Uji memberikan hasil positif bila timbulnya warna merah muda yang nantinya akan kembali lagi menjadi warna bening. Warna merah mudah yang hilang ini menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod hubl. Sedangkan warna yang kembali menjadi warna asal ini memandakan bahwa banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak (Fitriana,2019).

 

V.    Alat dan Bahan

a.       Alat

·         Plat tetes 

·         Gelas beker

·         Gelas Ukur

·         Pipet tetes

·         Tabung reaksi

·         Rak tabung reaksi

·         Indikator universal

·         Pipet Ukur

·         Pro pipet

·         Vortex

 

b.      Bahan

·         Larutan CaCl2 1%

·         Larutan CH3COOH

·         Larutan sabun

·         Larutan Mg2SO4 1%

·         Larutan HCl pekat

·         Larutan Pb Asetat 1%

·         Larutan kimia 0,1N

·         Larutan eter

·         Minyak

·         Aquades

·         Indicator phenolphthalein (PP)

 

VI. Prosedur Kerja

Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:

6.1. Uji Pembentukan Garam

1.      Dimasukkan kedalam gelas beker larutan sabun sebanyak 30 ml. Lalu dicek pH nya sampai pH=7. Jika belum 7 maka ditambahkan larutan CH3COOH hingga pH nya menjadi 7.

2.      Dibagi larutan tersebut menjadi tiga tabung, tabung 1 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan CaCl2 1%, tabung 2 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan MgSO4 1% dan tabung 2 disii 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan Pb asetat 1%.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

6.2. Uji Hidrolisa Sabun

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi larutan sabun sebanyak 10 ml, lalu ditambah dengan 5 ml aquades.

2.      Ditambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes pada tabung reaksi. Kemudian larutan di vortex sampai homogen.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

6.3. Uji Sifat Emulsi Lemak

1.      Dimasukkan 2 ml aquades pada tabung reaksi 1 lalu ditambahkan 5 tetes minyak. Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 2 ml aquades lalu ditambahkan 5 tetes minyak dan 2 ml larutan sabun. Setelah itu di vortex dan didiamkan.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

6.4. Uji Sifat Ketidakjenuhan Lemak

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml minyak dan 5ml larutan eter. Lalu, divortex campuran dan ditambahkan KMnO4 0,1 N sebanyak 3 tetes.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

6.5. Uji Pembuatan Asam Minyak

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi 5 ml larutan sabun dan 3 ml larutan HCl pekat. Lalu, divortex dan didiamkan hingga terbentuk  2 lapisan.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

Video terkait praktikum :

 

Permasalahan :

1)      Bagaimana proses saponifikasi pada percobaan ini?

2)      Bagaimana cara anda menentukan bahwa larutan tersebut mengandung lemak?

3)      Bagaimana hasil yang didapatkan secara teori ketika dilakukan uji pembentukan garam dengan menambahkan CaCl2,MgSO4 dan Pb asetat?

Komentar

  1. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 2.
    Menurut saya cara menentukan larutan tersebut mengandung lemak adalah dengan penambahan larutan KMnO4 kedalam sampel yang kemudian mengalami perubahan warna menjadi putih kekuningan.

    BalasHapus
  2. Nur Khalishah (052)
    No 1. Saponifikas merupakan reaksi hidrolisis asam lemak/minyak oleh adanya basa kuat (NaOH atau KOH) atau dikenal dengan larutan alkali (lye) sehingga menghasilkan sabun berupa garam natrium dari asam lemak/minyak.

    BalasHapus
  3. Denora Situmorang (056)
    3. Berdasarkan literatur yang saya baca Hasil yang didapatkan dari penambahan, CaCl2, MgSO4 dan Pb asetat yaitu sedikit endapan, tidak ada endapan, banyak endapan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer