LAPORAN PERCOBAAN 10 "PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II"

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II 



NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis

NIM : A1C118029

Kelas : Reguler B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

PERCOBAAN 10

   VII.            DATA PENGAMATAN

 

No

Perlakuan

Tujuan

Pengamatan

1

Disiapkan kecur sebanyak 2 kg dan di iris-iris lalu dijemur selama 7 hari

Dilakukannya penjemuran adalah untuk membebaskan kencur dari kadar air

Irisan kencur mengkerut dan warnanya menjadi lebih gelap

2

Irisan yang sudah kering kemudian di haluskan

Tujuan penghalusan adalah untuk mengubahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga memudahkan pada tahap selanjutnya yaitu maserasi

Didapatlah kencur halus sebanyak 500 gram

3

Dilakukan proses maserasi selama 3 hari

Dilakukannya maserasi bertujuan agar sel-sel pada rimpang kencur dapat aktif, sehingga nanti akan diperoleh ekstrak dengan kandungan tinggi.

Didapatkan warna hijau yang sangat keruh dan lapisan atas seperti ada cairan hitam

4

Dilakukan isolasi dengan jalan pemanasan sampai mendidih kemudian disaring menggunakan kain

Tujuan dilakukan pemanasan adalah untuk  menurunkan volume dan pelarut tidak dapat menguap lagi dan hanya menyisakan ekstak kental.

Didapatkan hasil dari penyaringan tadi larutan berwarna kuning sebanyak 425 ml

5

Selanjuntnya dilakukan lagi pemanasan

Tujuan pemanasan ulang adalah untuk mendapatkan larutan yang kepekatannya lebih tinggi

Didapatlah larutan berwarna kuning menjadi 100 ml

6

Larutan 100 ml itu tadi dimasukkan dalam kulkas selama 3 hari, kemudian dipekatkan kembali

Tujuan ditaruh dalam kulkas adalah untuk mengkristalkan senyawa yang didapat dan memisahkannya dari sisa pelarut yang belum menguap maupun pengotor yang masih terdapat dalam ekstrak.

Didapatlah larutan sebanyak 40ml warnanya semakin coklat gelap

7

Dipekatkan kembali sampai 10 ml

Tujuan dipekatkan kembali adalah untuk menambah konsentrasi larutan tersebut

Didapatkan kristal putih agak kecoklatan

8

Dilakukan tahap rekristalisasi

●Rekristalisasi tahap 1

●Rekristalisasi tahap 2

●Rekristalisasi tahap 3

●Rekristalisasi tahap 4

NB: rekristalisasi dilakukan masing-masing berselang 1 hari

Tujuan dilakukannya rekristalisasi adalah untuk pemurnian larutan tersebut sehingga didapatkan senyawa yang diinginkan.

Didapatkanlah

 

●Rekristalisasi tahap 1 yaitu warnanya masih kuning dan banyak seperti ampas di atasnya

 

●Rekristalisasi tahap 2 warnanya menjadi lebih bening dan ampas-ampas diatasnya hanya tinggal sedikit

 

●Rekristalisasi tahap 3 warnanya menjadi bening dan ampas-ampasnya merata diatas sedikit berwarna kuning

 

●Rekristalisasi tahap 4 didapatkan kristal

9

Dilakukan rekristalisasi tahap 5

Tujuan dilakukannya rekristalisasi lagi adalah untuk mendapatkan kristal lebih murni lagi

Didapatkan kristal murni berwarna putih

 

VIII.            PEMBAHASAN

Kencur adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh dikebun, pekarangan rumah dan digunakan untuk bumbu dapur dan termasuk salah satu tanaman obat tradisional Indonesia. Senyawa kimia terkandung didalamnya adalah : etil p-metoksi sinamat,etil sinamat komponen yang utama, p-metoksistiren dll. Kadar etil p-metoksinamat dalam kencur cukup tinggi bisa mencapai 10% karena itu dengan mudah bisa di isolasi dari umbinya menggunakan pelarut petroleum atau etanol. Biasanya ekstraksi digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa organic dari campurannya.

Etil p-Metoksisinamat (EPMS) merupakan senyawa yang termasuk dalam golongan ester yang mengandung cincin benzene dan gugus metoksi yang bersifat non polar. Terdapat pula gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar sehingga dalam proses ekstraksi dapat digunakan pelarut yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, methanol, air dan heksana. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi harus mempunyai kepolaran yang berbeda

Dimana pada percobaan ini disiapkan kencur sebanyak 2 kg yang di iris dan kemudian dijemur selama 7 hari. Penjemuran yang dilakukan untuk menghilangkan kadar air yang terkandung dalam kencur, sehingga kencur menjadi mengkerut dan warnanya sedikit lebih gelap. Kemudian kencur yang telah dikeringkan tersebut di haluskan sehingga didapatkan sebanyak 500gr bubuk kencur yang siap digunakan untuk percobaan ini. Dilakukan proses maserasi selama 3 hari, Dilakukannya maserasi bertujuan agar sel-sel pada rimpang kencur dapat aktif, sehingga nanti akan diperoleh ekstrak dengan kandungan tinggi. Didapatkan larutan warna hijau yang sangat keruh dan lapisan atas seperti ada cairan hitam. Dilanjutkan isolasi dengan jalan pemanasan sampai mendidih kemudian disaring menggunakan kain. Tujuan dilakukan pemanasan adalah untuk  menurunkan volume dan pelarut tidak dapat menguap lagi dan hanya menyisakan ekstak kental. Hasil dari penyaringan tadi larutan berwarna kuning sebanyak 425 ml. Selanjuntnya dilakukan lagi pemanasan, tujuan pemanasan ulang ini adalah untuk mendapatkan larutan yang kepekatannya lebih tinggi. Didapatlah larutan berwarna kuning menjadi 100 ml. Larutan tadi dimasukkan dalam kulkas selama 3 hari, kemudian dipekatkan Kembali. Tujuan ditaruh dalam kulkas adalah untuk mengkristalkan senyawa yang didapat dan memisahkannya dari sisa pelarut yang belum menguap maupun pengotor yang masih terdapat dalam ekstrak. Didapatlah larutan sebanyak 40ml warnanya semakin coklat gelap. Kemudian Dipekatkan kembali sampai 10 ml. Didapatkan kristal putih agak kecoklatan.  Selanjutnya dilakukan rekristalisasi dari tahap 1 sampai dengan tahap 5 dan didapatkan hasil seperti yang terdapat dalam data pengamatan yang dijelaskan diatas.

 

      IX.            PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM

1)      Mengapa pada percobaan kali ini proses penjemuran sampel dilakukan selama 7 hari?  

 

2)      Apa fungsi dari proses pemekatan yang berulang-ulang?

3)      Apa pengaruh pendingan yang dilakukan selama 3 hari?

 

         X.            KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:

1)      Teknik untuk melakukan isolasi senyawa p-Metoksi sinamat dari kencur ini bisa dilakukan dengan menggunkan teknik maserasi.

2)      Fenilpropanoid merupakan senyawa yang mempunyai kerangka dasar yang terdiri atas cincin benzene yang terika pada ujung rantai karbon propane C3. Salah satu sifat kimia fenilpropanoid ini yaitu dapat mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan ester.

 

      XI.            DAFTAR PUSTAKA

 

Tim Penuntun Kimia Organik II.2019. Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi

 

Komentar

  1. Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) mencoba menjawab permasalahan no.1
    Menurut saya dilakukan penjemjuran selama 7 hari agar membebaskan kencur dari kadar air. Bukan hanya itu saja, agar kencur yang akan diisolasi terhindar dari jamur dan bakteri yang akan menghambat proses isolasi. Sehingga penjemuran 7 hari ini memang sangat diperlukan untuk mempermudah proses isolasi p-metoksi sinamat dari bahan kencur. Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no.2
    Dilakukan pemekatan berulang berfungsi untuk menambah konsentrasi larutan tersebut. Terimakasih

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan menjawab nomor 3.menurut saya untuk mendapatkan kristam kencur yang lebih murni.terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer