LAPORAN PERCOBAAN 11 "PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II"
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 11
VII.
DATA PENGAMATAN
7.1.Uji Molish
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Digerus masing-masing bahan
(1.terasi ,2. Otot bandeng ,3. Ikan bandeng 4. Ikan rebus ) dengan
menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades |
Tujuan menggunakan mortal
untuk memperhalus sampel. Tujuan diberikan aquades untuk
melarutkan sampel. |
1) Gelas
kimia 1 Sampel berwarna coklat susu. 2) Gelas
kimia 2 sampel berwarna bening 3) Gelas
kimia 3 sampel berwarna coklat gelap 4) Gelas
kimia 4 sampel berwarna keruh |
|
2 |
Dimasukan masng masing sampel
kedalam tabung reaksi sebnayak 15 tetes , setelah itu masing-masing sampel
dimasukan pereaksi molish sebanyak 3 tetes aduk hingga rata . |
Pereaksi molish bertujuan untuk
menunjukkan adanya karbohidrat. |
5) Tabung
reaksi 1 sampel berwarna ungu 6) Tabung
reaksi 2 sampel berwarna ungu 7) Tabung
reaksi 3 sampel berwarna coklat gelap 8) Tabung
reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap. |
|
3 |
Kemudian tambahkan masing-masing
sampel H2SO4 sebanyak 1 ml . |
Tujuan diberi asam sulfat akan
menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi dengan
furfural yang akan membentuk senyawa ungu. |
1. Tabung
reaksi 1 tebentuk cicin ungu . 2. Taung
reaksi 2 terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna ung dan lapisan bawah
berwarna kuning , dan terdapat bentuk cicin yang menaddakan karnohidrat. 3. Tabung
reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna coklat keruh lapisan
tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening. 4. Tabung
reaksi 4 terbentuk 3 lapisan lapisan bawah berwarna bening ,lapisan tengah
berwarna dan lapisan atas berwarna coklat gelap. |
7.2.Uji Iodium
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Disiapkan 5 tabung reaksi dan
dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml 1. amilum 2. glukosa 3. laktosa 4. sukrosa 5. fruktosa |
Untuk memudahkan menguji sampel
tersebut ada tidaknya karbohidrat |
1. Tabung
reaksi 1 (amilum berwarna bening ) 2. Tabung
reaksi 2 ( glukosa berwarna bening ) 3. Tabung
reaksi 3 (laktosa berwarna bening ) 4. Tabung
reaksi 4 (sukrosa berwarna bening ) 5. Tabung
reaksi 5 (fruktosa berwarna bening ) |
|
2 |
Kemudian ditambahkan larutan iodin
sebanyak 3 tetes ke dalam masing-masing sampel, lalu diaduk |
Larutan iodin bertujuan untuk
menunjukkan adanya karbohidrat |
1. Tabung
reaksi 1 (amilum berwarna ungu pekat) 2. Tabung
reaksi 2 (glukosa berwarna kuning bening ) 3. Tabung
reaksi 3 (laktosa berwarna kuning keemasan ) 4. Tabung
reaksi 4 (sukrosa berwarna kuning keemasan ) 5. Tabung
reaksi 5 (Fruktosa berwarna kuning keemasan ) |
7.3.Uji Benedict
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Disiapkan 2
tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan benedict ± 3 ml |
Untuk
persiapan pengujian benedict |
Larutan
benedict berwarna biru |
|
2 |
- Tabung 1
ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml - Tabung 2
ditambahkan pereaksi Gom Arap ± sebanyak 1 ml |
Untuk
mengetahui golongan karbohidrat yang dapat mereduksi |
-Tabung 1 :
larutan berwarna biru muda -Tabung 2 :
larutan berwarna biru muda |
|
3 |
Kemudian
dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2 ke penangas air ± selama 5
menit |
Untuk menguji
keberadaan pereduksi dalam sampel Untuk
mempercepat terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami perubahan warna |
-Tabung
reaksi 1 : larutan berwarna merah bata -Tabung
reaksi 2 : tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda) |
VIII.
PEMBAHASAN
Jadi pada percobaan
kali ini praktikkan melakukan uji terhadap karbohidrat, yang mana dilakukan 3
uji yaitu Uji Molisch, Uji Benedict, dan Uji Iodin.
Untuk uji Molisch,
disini praktikkan mnggunakan 5 sampel yaitu fruktosa, glukosa, sukrosa,
laktosa, dan amilum. Prinsip dari uji molisch ini adalah asam sulfat pekat
akan menghidrolisis ikatan glikosidik
karboidrat menjadi monosakarida, selanjutnya menjadi dehidrasi membentuk
furfural dan derivatnya. Tujuan dipakai dari asam sulfat ini yaitu memiliki
fungsi untuk menghidrolisis ikatan yang ada pada sakarida.
Pada uji Molisch ini
mula-mula sampel yang sduah disiapkan di tabbing reaksi diteteskan dengan reagen
molisch sebanyak 3 tetes, kemudan diaduk. Yang mana reagen ini psatinya berguna
untuk menguji kebradaan gula pereduksi pada sampel. Dan didapatkan hasil yaitu
tabun1. Berwarna coklat, tabung 2 larutan berwarna coklat tabung 3 larutannya
berwarna abu-abu pudar, tabung 4 warnanya putih susu, dann untuk tabung 5 larutannya
berwarna coklat pudar.
Setelah itu setiap
samepl ditambahkan dengan HCl pekat, seperti yang sudah dijelaskan diata, bahwa
Asam Sulfat pekat ini digunakan untuk menghidrolisis ikatan yang terdapat pada
sakarida. Uji nya positif jika pada sampel membentuk bidang yang berwarna merah
keunguan. Dan hasilnya adalah semua sampel positif pada uji ini.
Selanjutnya yaitu Uji
Benedict, prinsip dari uji Benedict ini
ialah terdapat gugus fungsi aldehid ataupun keton bebas gula yang akan
mereduksi kuprioksida dalam pereaksi benedict menjadi kuprioksida yang berwarna
erah bata. Reaksi yang terjadi ialah gula pereduksi yang mempunyai kemampuan
mereduksi ion Cu2+ yang mengendap menjadi CuO, dan endapan yang didapat berupa
endapan berwarna merah bata. Jadi pada uji ini praktikkan masih menggunakan
sampel yang sama. Kemudian pada setiap sampel itu diberi 2 ml reagen benedict
diaduk lalu dipanaskan dengan penangas air selama 10 menit. Penggunaka reagen
benedict ini sama fungsinya dengan reagen molisch yaitu untuk menguji
keberadaan gula pereduksi pada sampel, ang dtandai dengan adanya endapan
berwarna merah nantinya. Dan didapatkanlah hasil yaitu untuk sampel Glukosa,
Fruktosa, dan Laktosa larutannya terdapat endapan berwarna merah sedangkan
sukrosa dan amilum tidak ada endapan berwarna merah. Hal ini berarti uji
benedict ositif terhadap sampel Glukosa, Fruktosa, dan Laktosa.
Uji yang terakhir
adalah uji Iodin, prinsip dari uji ini ialah polisakarida akan membentuk reaksi
dengan zat iodin dan nantinya akan menghasilkan warna yang spesifik tergantung
pada jenis karbohidratnya. Jadi mula-mula sampel disiapkan didalam tabung
pereaksi, sampel yang digunakanjuga masih 5 sampel sama seperti tadi. Kemudian
ditambahkan dengan 1 tetes iodin. Tujuan diberi reagen iodin ini yaitu untuk
bisa tahu ada tidaknya polisakarida pada sampel. Yang ditandai dengan adanya
perubahan warna yang spesifik dan tergantung pada jenis karbohidratnya untuk
perubahan warnanya. Pada praktikum ini pada Sukrosa warna tetap coklat, pada
Laktosa juga tetap yaituberwarna putih susu, pada Amilum warna menjadi biru
kehitaman yang awalnya bening, pada Fruktosa warnanya orange, pada Glukosa
warnaya juga orange. Jadi bisa disimpulkan bahwa disini uji iodin positif
terhadap sampel Amilum.
IX.
PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1) Selain
menggunakan Asam Sulfat pekat pada uji Molisch, bisakah diganti dengan Asam
lain? Asam apaka itu dan berikan alasannya!
2) Apakah
ada cara lain untuk menguji kandungan karbohidrat disuatu makanan selain
menggunakan uji molish, iodium dan benedict ?
3) Bagaimana
cara mengetahui bahwa pada sampel terdapat gula pereduksi pada uji molisch,
benedict dan iodin?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:
1) Pereaksi molish dapat digunakan
untuk mengidentifiksai ada tidaknya karbohidrat didalam suatu sampel yang mana
jika dalam sampel terdapatkandungan karbohidrat maka akan terbentuk cincin
ungu.
2) Pada uji iodium hanya sampel yang
mengandung polisakarida saja yang akan menunjukan hasil positif yaitu warna
larutan berubah menjadi biru pekat.
3) Uji benedict dilakukan untuk melihat
ada tidaknay gula pereduksi didalam sampel dimana apabila terdapat gula
pereduksi maka warna larutan akan berubah menjadi merah bata.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penuntun Kimia Organik II.2019.
Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi



WISLIANA (A1C118060)
BalasHapus2. Ada. Yakni uji seliwanoff. Fruktosa dapat dibuktikan dengan uji seliwanoff. Larutan uji dipanaskan dengan pereaksi seliwanoff kemudian dipanaskan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no. 3
BalasHapusPada uji molish, adanya gula karbohidrat didalam suatu sampel yang mana jika dalam sampel terdapatkandungan karbohidrat maka akan terbentuk cincin ungu.
Pada uji Benedict, terdapat gula pereduksi maka warna larutan akan berubah menjadi merah bata.
Pada uji iod, terdapat gula menunjukan hasil positif yaitu warna larutan berubah menjadi biru pekat
Terimakasih
Denora Situmorang (056)
BalasHapus1. menurut saya bisa saja digantikan dengan asam lainnya asalakan sesuai dengan prosedur percobaan. misalnya diganti dengan asam klorida yang merupakan sama2 asam kuat.