LAPORAN PERCOBAAN 12 "PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II"
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 12
VII.
DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 = fenilalanin, tabung 2 =
alanin , tabung 3 = susu , tabung 4 = albumin |
Untuk dilakukan uji biuret |
Tabung 1,2,4 =
tidak berwarna. Tabung 3 = putih |
|
2 |
Di
tetesin dengan biuret |
- |
- |
|
3 |
Lalu di homogenkan |
Agar terbentuknya warna hasil uji biuret |
Tabung 1 dan 2= tidak berwarna Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu |
|
4 |
Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke
dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan |
Untuk mempercepat laju reaksi |
Tabung 3 =
berwarna coklat muda Tabung 4 =
berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian bawah |
VIII.
PEMBAHASAN
Protein yang dijumpai
kadang-kadang berkonjugasi dengan makromolekul atauun mikromolekul seperti
polisakarida, lipid dan bisa saja fosfat. Protein yang terkonjugasi dikenal
antara lain fosfoprotein, nucleoprotein, lipoprotein dan masih ada lagi yang
lain. Protein yang dibutuhkan oleh organisme bisa digolongkan menjadu 2
golongan utama yaitu: protein sederhana dan protein terkonjugasi. Protein
sederhana adalah protein yang jika dihidrolisis maka hasilnya hanya asam amino.
Tetapi protein terkonjugasi ialah protein yang jika dihidrolisis tidak hanya
menghasilkan asam amino tetapi juga menghasilkan senyawa-senyawa organic atau
nonorganic lain yang biasa dikenal dengan gugus prostetic
Pada percobaan ini,
kami menganalisis video percobaan uji protein dan asam amino dengan menggunakan
uji biuret. Dimana, pada percoban ini
pereaksi biuret ini merupakan campuran larutan natrium hidroksida (NaOH) dan
tembaga (II) sulfat (CuSO4). Dalam uji protein dan asam amino ini, dilakukan
uji pada beberapa bahan, yaitu fenilalanin, alanine, susu dan albumin. Adapun
hal pertama yang dilakukan yaitu disiapkan 4 tabung reaksi dimana tabung 1
yaitu fenilalanin, tabung 2 alanin , tabung 3 susu dan tabung 4 albumin. Adapun
mula mula pada tabung 1, 2 dan 4 larutan tidak berwarna sedangkan pada tabung 3
berwarna putih.
Selanjutnya,
masing-masing tabung tersebut diteteskan dengan reagen biuret. Dimana reagen
ini berfungsi untuk menunjukkan adanya kandungan protein dalam suatu sampel.
Setelah ditambahkan, dilakukan penghomogenan pada masing-masing tabung reaksi
untuk melihat perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung. Adapun hasil
yang didapatkan yaitu tabung 1 dan 2 larutan
tidak berwarna sedangkan pada Tabung 3dan 4 dihasilkan larutan berwarna
ungu.
Selanjutnya, dilakukan
proses pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang
terdapat air yang dipanaskan. Adapunn tujuan dilakukannya pemanasan ini yaitu
untuk mempercepat laju reaksi pada tabung sehingga mempercepat perubahan yang
terjadi. Setelah dilakukan pemanasan didapatkan hasil tabung 3 larutannya berwarna coklat muda
sedangkan tabung 4 berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian
bawah. Uji biuret digunakan untuk uji protein albumin, karena uji ini dapat
mendeteksi adanya ikatan peptide yang diperoleh hasil reaksi berupa warna ungu
pada larutan yang menunjukkan adanya protein. Sehingga, uji biuret ini tidak
memberikan perubahan warna pada tabung 1 dan ke 2. Berdasarkan hasil analisis
video dengan uji biuret terlihat bahwa pada sampel tabung 3 dan tabung 4
terjadi perubahan warna menjadi ungu. Hal ini terjadi karena ion Cu2+ (dari
pereaksi Biuret) dalam suasana basa bereaksi dengan polipeptida atau
ikatan-ikatan peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna
ungu (violet).
IX.
PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1) Pada
percobaan kali ini ada perlakuan yang berbeda pada uji biuret pada percobaan
lain, yakni dilakukannya pemanasan. Mengapa pemanasan disini dilakukan?
2) Apa
perbedaannya jika sampelnya ditetesi dengan reagent biuret yang telah
dilarutkan dan sampel yang di tetesi dengan bahan baku reagent biuret yag belu
dilarutkan?
3) Apa
artinya pada saat dihomogenkan tidak terjadi perubahan warna pada sampel uji?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:
1) Protein tersusun atas polimer asam
amino, dimana asam amino merupakan senyawa yang terdiri dari gugus amina (-NH2),
gugus karboksil (-COOH) dan rantai samping (R).
2) Ikatan peptida dibentuk antara gugus
amina pada asam amino satu dengan gugus karboksilat pada asam amino yang lain.
3) Untuk melakukan uji asam amino dan
protein biasanya dilakukan dengan uji biuret. Reagen biuret terdiri dari CuSO4
dan NaOH.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penuntun Kimia Organik II.2019.
Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi



Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3.
BalasHapusMenurut saya apabila saat dihomogenkan tidak terjadi perubahan warna pada sampel uji maka hal itu menandakan bahwa sampel tersebut tidak mengandung protein. Karena sampel yang mengandung protein biasanya akan berubah warna menjadi ungu ketika ditambahkan biuret.
Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.1
BalasHapusBiasanya pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi, namun disini peneliti melakukan kesalahan yakni dilakukan pemanasan.Seharusnya pada uji protein dengan biuret tidak dilakukan pemanasan dikarenakan pereaksi dari uji biuret sendiri mengandung CuSO4 yang apabila dipanaskan akan membentuk kristal dan juga ikatan peptida akan rusak dan tidak bisa terdeteksi. terimakasih :)
Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no 2
BalasHapusPengaruhnya reagen yg sudah dalam bentuk biuret dan yg belum (masih berupa komponen yaitu NaOH dan CuSO4) menurut saya itu tidak terlalu berpengaruh karena biuret itu terdiri dari komponen tadi, kalau pun misalnya ada pengaruhnya bisa saja pada hasil yg didapatkan itu kurang akurat, dimana menurut saya penggunaan dalam bentuk sudah reagen biuret itu pasti sudah ditakar sebelumnya dimana menurut sumber yg saya baca bahwa) pembuatan Reagen Biuret itu larutkan 0,15 g Tembaga (II) Sulfat (CuSO4.5H2O) dan 0,6 g Kalium Natrium Tartat (KNaC4H4O6.4H2O) dalam 50 mL aquades dalam labu ukur 100 ml Kemudian tambahkan 30 mL Natrium Hidroksida 10% sambil dikocok-kocok, selanjutnya tambahkan aquades sampai tanda batas sehingga akan menunjukkan hasil yg lebih baik dari pada yg masih komponen komponennya Karena seperti yg saya bilang tadi sudah adanya pengukuran yg teliti dan sesuai standar, dimana jika kita menggunakan komponen itu bisa saja kelebihan atau kekurangan yg membuat hasil yg didapatkan kurang maksimal. Terimakasih