LAPORAN PERCOBAAN 13 "PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II"
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si.
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 13
VII.
DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Disiapkan 4 tabung. Tabung 1 diisi dengan 5 tetes minyak
lalu + 2 ml aquadest dan dikocok selama 1 menit |
Bertujuan untuk bisa mengetahui adanya emulsi pada lemak |
Larutan
berwarna putih keruh |
|
2 |
Tabung 2, diisi dengan 5 tetes minyak + larutan sabun 2 ml
dan dikocok selama 1 menit |
Berwarna putih
susu |
|
|
3 |
Tabung 3, di isi dengan 5 tetes minyak + putih telur 2 ml
dan dikocok 1 menit |
Berwarna putih kekuningan pada bagian bawah dan bagian
atas berwarna putih susu |
|
|
4 |
Tabung 4 di isi dengan 5 tetes minyak + 2 ml santan dan
dikocok sebanyak 1 menit |
Berwarna putih
susu |
VIII.
PEMBAHASAN
Lemak merupakan senyawa
kimia yang mengandung unsur C, H dan O. lemak atau lipid merupakan salah satu
nutria diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokaliri/gram,
melarutkan vitamin A,D,E,K dan dapat menyedikan asam lemak esensial bagi tubuh
manusia. Selama proses pencernaan, lemaka dipecahkan menjadi molekul yang lebih
kecil, yaitu asam lemak gliserol. Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik bagi
energy. Berdasarkan struktur kimianya lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan
lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar, minyak nabati
dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh lemak tak jenuh, sedangkan
lemak jenuh biasanya padat pada suhu lamar ditemukan dalam daging, susu, keju,
minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit.
Pada uji pembentukan
emulsi, dimana emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu cairan
dalam cairan lain di mana keduanya tidak saling melarutkan. Agar terbentuk
emulsi yang stabil, diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier
atau emulsifying agent, yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara
kedua fase cairan. Bahan emulsifier dapat berupaprotein, brom, sabun, atau
garam empedu. Daya kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya
yang dapat terikat, baik pada minyak maupun air. Emulsifier akan membentuk
lapisan di sekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan dan
diadsorpsi melapisi butir-butir minyak, sehingga mengurangi kemungkinan
bersatunya butir-butir minyak satu sama lain.
Pada uji lemak ini,
dilakukan perlakuan tentang terjadi emulsi pada sampel yang akan diuji cobakan.
Pada percobaan ini dilakukkan dengan 4 sampel. Pada tabung reaksi yang pertama
dimasukkan 5 tetes minyak kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 2 ml
aquades, kemudian dikocok selama 1 menit. Perlakuan ini untuk mengetahui apakah
adanya emulsi pada lemak. Hasil yang didapatkan pada perlakuan ini yaitu
larutan berwarna putih keruh. Pada tabung yang kedua dimasukkan 5 tetes minyak
lalu 2 ml larutan sabun, dikocok selama 1 menit, hasil yang didapatkan yaitu
larutan berwarna putih susu. Pada tabung ketiga dimasukkan 5 tetes minyak, lalu
2 ml putih telur kemudian dikocok selama 1 menit. Hasil yang didapatkan yaitu
larutan berwarna putih kekuningan dibagian bawah dan putih susu dibagian atas.
Selanjutnya pada tabung keempat dimasukkan 5 tetes minyak lalu ditambahkan
santan sebanyak 2 ml, lalu dikocok selama 1 menit. Hasil yang didapatkan pada
perlakuan ini yaitu larutan berwarna putih susu. Berdasarkan literatur,
percobaan emulsi prinsip kerjanya yaitu lemak atau minyak tidak dapat larut
dalam air tetapi dapat membentuk emulsi yang stabil bila ada bahan lain yang
berfungsi sebagai emulgator..
IX.
PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1) Mengapa
pada percobaan kali dilakukan pengadukan sampai terjadi 2 lapisan pada larutan
tersebut?
2) Apa
faktor utama emulsi lemak itu dikatakan berhasil?
3) Apa
pengaruh pengadukan terhadap lapisan yang terbentuk?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:
1) Lemak atau minyak tidak dapat larut
dalam air tetapi dapat membentuk emulsi yang stabil bila ada bahan lain yang
berfungsi sebagai emulgator.
2) Emulsi adalah campuran dari dua
cairan yang biasanya tidak bergabung, seperti minyak dan air. Emulsi merupakan
suatu sistem dispersi, dimana salah satu fase terdispersi dalam fase lainnya
dengan adanya suatu zat pengemulsi.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penuntun Kimia Organik II.2019.
Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi



Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3.
BalasHapusMenurut saya pengaruh pengadukan terhadap lapisan yang terbentuk ialah semakin lama atau kuat proses pengadukan maka akan memperbanyak busa yang terbentuk. Dimana busa disini terlihat seperti terbentuk dua lapisan. Terimakasih
Denora Situmorang (056)
BalasHapuskarena kedua larutan tidak dapat bercampur, dimana adanya larutan polar dan non polar. sehingga terbentuk 2 lapisan.
Nur Khalishah
BalasHapusNo 1. pada percobaan kali dilakukan pengadukan sampai terjadi 2 lapisan pada larutan tersebut Yang mana sesuai dengan judul nya yakni percobaan uji lemak sendiri terdapat percobaan emulsi prinsip kerjanya yaitu lemak atau minyak tidak dapat larut dalam air tetapi dapat membentuk emulsi yang stabil bila ada bahan lain yang berfungsi sebagai emulgator.