JURNAL PERCOBAAN 5 "Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis
NIM : A1C118029
Kelas : Reguler B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 5
I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan
Benzil Alkohol
II. Hari/Tanggal : Rabu, 11 November
2020
III. Tujuan :
Adapun
tujuan dari praktikum ini, yaitu :
1)
Dapat
memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa
2)
Dapat
reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat
3)
Untuk
mempelajari cara pembuatan asam benzoate dan benzyl alcohol
IV. Landasan teori :
Asam
benzoat merupakan senyawa organic berwujud padat, warna putih dan berbau
menyengat dengan titik leleh 122-123oc dan kristalnya berbentuk monoklin. Dalam
kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan bahan
obat-obatan. Benzil alcohol pada suhu kamar berwujud cair dan tidak berbau.
Kedua senyawa tersebut dapat dibuat bersama-sama dari bahab benzaldehide yang
ditambahkan basa kuat dan dipanaskan. Benzaldehide adalah suatu senyawa
aldehide yang memiliki gugus pungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi
mukleofilikdengan nukleofil seperti OH, CN, NH3, lon C- (karbon) dan
sebagainya.Ion karbon dapat dihasilkan dari reaksi senyawa aldehide yang
memiliki H alfa dengan suatu basa kuat. Ion karbon yang terbentuk dapat
bereaksi lebih lanjut dengan aldehide untuk kemudian membentuk senyawa β –
hidroksi aldehide. Tipe reaksi ini lebih dikenal dengan nama kondensasi aldol
(Tim Kimia Anorganik, 2019).
Asam
benzoate adalah zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal.
Asam benzoate juga biasa disebut dengan senyawa antimikroba karena tujuan
penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan untuk mencegah pertumbuhan khamir
dan bakteri terutama untuk makana yang telah dibuka kemasannya. Untuk
pembatasan penggunakan asam benzoate bertujuan supaya tidak terjadi keracunan.
Konsumsi berlebihan asam benzoate yang zecara berlebihan tidak dianjurkan
dikarenakan pengawet yang masuk kedalam tubuh kita akan bertambah dengan
semakin banyak dan seringnya mengkonsumsi, apalagi kalai dibarengi dengan
konsumsi makanan awetan lainnya yang mengandung asam benzoate. Pada manusia
dosis toksiknya adalah 6mg/kg berat badan melalui injeksi kulit tetapi untuk
pemasukan melalui mulut sebanyak 5mg sampai 10mg/hari dan selama beberapa hari
asam benzoate dalam tubuh tidak
mempunyai efek negative ataupun merugikan terhadap kesehatan (Astawan, 2015).
Asam
benzoate atau C6H5COOH merupakan suatu padatan yang bersifat asamdan bewarna
putih yang memiliki berat molekul 122,12 g/mol, untuk masa jenis asam benzoate
itu sendiri adalah 1,27 gram/cm3. Asam benzoate ini memiliki titik leleh 122,4C
dan titik didihnya 249C, sedikit larut dalam air. Sedangkan Benzil Alkohol atau
C6H5CH2OH merupakan cairan tak bewarna dan berbau yang memiliki berat molekul
108,14 g/mol. Massa jenis dari benzyl alcohol adalah 1,04 gram/cm3. Benzyl
alcohol ini memiliki titik didih sebesar 205,3C dan titik lelehnya -15,2C.
Kemudian benzyl alcohol larut dalam dietil eter, etanol, dan aseton dan juga
larut dalam air dingin. Suatu senyawa aldehid aromatic dan alifatik yang tidak
memiliki hydrogen α dapat mengalami oksidasi dan reduksi apabila direaksikan
dengan NaOH atau basa kuat lainnya (March,2001).
Suatu
molekul aldehida teroksidasi menjadi asam dan yang lainnya tereduksi menjadi
alcohol primer, maka reaksi ini bisa dikenal dengan reaksi Canizzaro, dimana
reaksi ini adalah reaksi yang melibatkan peralihan hidrida dari molekul
aldehida yang tidak memiliki hydrogen alfa, contohnya HCHO, R3CCHO, ArCHO ke
molekul kedua, yaitu baik aldehida yang sama atau disporsionasi maupun
terkadang kemolekul aldehida lainnya. Hidrida dapat berasal dari senyawa 1 atau
2, dimana reaksi yang berada di hidrida dari senyawa 1 akan diikuti dengan
peralihan hidrida secara lambat ke atom karbonil molekul aldehid kedua sehingga
membentuk senyawa 3 dan 4 (Sudjaji,2008).
Menurut
Fessenden (1997), suatu aldehid aromatik dan alifatik yang tidak memiliki gugus
H alfa dapat mengalami dua reaksi apabila direaksikan dengan NaOH, yaitu reaksi
oksidasi dan reduksi. Aldehid yang mengalami reaksi oksidasi akan menghasilkan
suatu produk alkohol primer. Reaksi yang dialami aldehida ini dinamakan reaksi
Canizzaro. Mekanisme reaksi Canizzaro tersebut yaitu:
Asam
hidroksi benzoate bisa terdapat sebagai isomer orto, meta dan para. Isomer orto
merupakan asam salisilat dan turunan-turunannya misalnya natriumsalisilat,
dimana ester dari gugus karboksilnya seperti metal salisilat dan ester dari
gugus hidroksilnya seperti asetosal. Sebagai contohnya isomer para adalah
nipasol dan nipagin. Asam benzoate adalah precursor yang penting dalam sintesis
banyak bahan-bahan kimia lainnya. Benzyl alcohol dapat dipisahkan dari asam
benzoate dengan menggunakan metode pemisahan destilasi. Bromo benzena juga
dapat diubah menjadi asam benzoate dengan karbonasi zat antara fenil magnesium
bromide. Benzyl alcohol juga bisa direfluks dengan penambahan kalium
permanganate atau oksidator lainnya dalam air (Hart,2003).
Menurutn
Kristian (2007), reaksi pembutan benzil alcohol dan asam benzoate yang dapat
dilakukan dengan reaksi Canizzaro, menggunakan bahan dasar benzaldehid dan
kalium hidroksida sebagai katalis. Reaksi Canizzaro merupakan reaksi disproporsionasi
seatu aldehida menjadi asam karboksilat dan alcohol primer. Secara umum
pembentukan asam benzoate dan benzyl alcohol adalah sebgai berikut:
V. Alat dan Bahan
a.
Alat
·
Erlenmeyer 250ml
·
Labu dasar datar
300ml
·
Corong pisah
·
Pendingin air
(kondensor)
·
Labu destilasi
·
Thermometer
b.
Bahan
·
27gr KOH padat
·
29ml
Benzaldehida
·
120ml Eter
·
20ml larutan
natrium bisulfit
·
10ml larutan
natrium karbonat
·
5gr MgSO4
·
75ml asam
klorida pekat
VI.
Prosedur Kerja
Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
1)
Dilarutkan 27 gr
kalium hidroksida padat dalam 25 ml air dalam sebuah Erlenmeyer
2)
Dituangkanan
larutan kalium kedalam labu dasar datar yang berisi 29 ml benzaldehid yang baru
di destilasi
3)
Dikocok sampai
terjadi emulsi dan diamkan selama 10jam dalam sebuah tempat tertutup
4)
Ditambahkan air
kira-kira 110 ml air untuk melarutkan endapan kalium benzoate yang terjadi
5)
Dipindahkan
larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali masing-masing
dengan 30 ml eter
6)
Di kocok
kuat-kuat dan diamkan sebentar hingga terjadi dua lapisan cairan yaitu larutan
dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
7)
Dipindahkan
kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses
tertentu
8)
Dimasukkan
kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter (lapisan atas)
untukmemisahkan eternya dengan jalan destilasi, sampai volumenya tinggal 300ml
9)
Di dinginkan
sisa destilasi dan aduk beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5 ml
larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada
10) Dicuci dengan 10ml larutan natrium karbonat 10% ,
kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5 gr anhidrida magnesium sulfat
11) Disaring dan destilasinya langsung ditampung dalam
labu destilasi
12) Didestilasi untuk memisahkan eter yang masih ada,
dengan memanaskannya diatas penangas air
13) Diteruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan
destilasi benzaldehid pada temperature 200-206 oC pada wajan yang bersih dan kering
14) Bila benzaldehid yang ditampung itu tidak pada
temperature 200 oC, berarti belum murni dan perlu dimurnikan kembali dengan
mendestilasi lagi destilasi tersebut
15) Bila destilasi ditampung mendekati titik didih
benzaldehid, periksa kemurnian dengan dengan melihat indeks biasnya
16) Disimpan larutan dalam air(lapisan bawah) yaitu
kalium benzoate kedalam satu campuran 75ml asam klorida pekat dalam 75 ml air
sambil diaduk
17) Ditambahkan 100 gr es . terjadi endapan asam
benzoate, Disaring dan cuci dengan air kemudian uapkan untuk mendapatkan
Kristal asam benzoate , diperiksa titik lelehnya.
Video terkait praktikum :
Permasalahan :
1)
Mengapa dalam
pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol perlu dilakukan
proses ekstraksi?
2)
Pada prosedur
kerja praktikum kali ini dalam pembuatan asam benzoate, setelah pencucian
campuran dengan natrium bikarbonat dilakukan pengeringan dengan penambahan
anhidrat magnesium sulfat. Mengapa peran anhidrat magnesium sulfat dapat
mengeringkan?
3)
Pada saat
penambahan basa kuat rraksi apa yang akan terjadi jika menghasilkan senyawa
alkohol dan garam karboksilat?







Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.2
BalasHapusFungsi dari penambahan MgSO4 atau magnesium sulfat adalah untuk mengeringkan asam benzoat. MgSO4 di sini ini akan bertindak sebagai hidrator yang akan menghidrasi senyawa asam benzoat.
Wisliana (A1C118060)
BalasHapus3. Reaksi yang terjadi adalah reaksi cannizzaro. Reaksi cannizzaro adalah reaksi dimana aldehida aldehida yang tidak mempunyai hidrogen alfa bereaksi dengan basa kuat mengalami oksidasi reduksi secars serentak
Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 1
BalasHapusMenurut saya pada percobaan ini dilakukan proses ekstraksi terlebih dahulu karena bertujuan untuk memurnikan produk yang dihasilkan nanti. Dimana pelarut yang digunakan harus sesuai atau mudah larut dengan zat yang akan diekstraksi.
Terimakasih