LAPORAN PERCOBAAN 6 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II 



NAMA : Dewi Mariana Elisabeth Lubis

NIM : A1C118029

Kelas : Reguler B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

PERCOBAAN 6

   VII.            DATA PENGAMATAN

 

No

Perlakuan

Tujuan

Pengamatan

1

Tanaman yang telah menjadi serbuk dibagi beberapa bagian (besar,sedang dan kecil)

-

 

-

 

2

Yang berukuran sedang dimasukkan kedalam gelas kimia, yang berukuran kecil dimasukkan kedalam tabung reaksi dan yang berukuran besar dimasukkan kedalam labu

-

-

 

3

Yang berukuran sedang tadi ditambahkan 70 ml air, diaduk dan dipanaskan diatas hot plate sampai mendidih

Agar mendapatkan ekstrak air

Larutan larut dan berwarna hijau pekat

4

Disaring ekstrak air menggunakan kapas

Untuk mendapat filtrat

Mendapatkan filrat berwarna coklat

5

Filtrat tadi dipindahkan ke tabung reaksi 1 diuji  menggunakan beberapa tetes reagen mallesh + beberapa tetes H2SO4 secara perlahan

Untuk menguji karbohidrat dengan menggunakan molish test

Test positif : terbentuk beberapa lapisan

 

Atas : coklat

 

Tengah : putih susu

 

Bawah : coklat kehitaman

6.

Filtrat tadi dipindahkan ke tabung reaksi 2 diuji dengan menambahkan H2SO4 pekat + beberapa tetes FeCl3

Untuk uji tannin

 

Larutan coklat berubah menjadi hijau pekat yang menunjukkan bahwa test positif

7

Filtrat tadi dipindahkan ke tabung reaksi 3 lalu dikocok kuat selama 2-5 menit

Untuk uji saponin

Terdapat dua lapisan larutan

 

Atas : busa kuning

 

Bawah : cokelat

8

Filtrat tadi dipindahkan ke tabung reaksi 4 ditambahkan 2 ml HCL lalu digoncang ditutup dan dibiarkan selama 20 menit

Untuk mendapatkan ekstrak asam

Terdapat endapan hijau pekat

9

Disaring menggunakan kapas

Untuk mendapatkan filrat

Mendapatkan filrat berwarna hijau

10

Ekstrak asam yang didapat tadi diambil sebanyak 1 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi 1 + 2ml larutan pada tabung reaksi 2 + 2 ml air, lalu digoncang

Untuk uji flavonoid

Larutan menjadi warna kuning pekat

11

Larutan tadi ditambahkan 2 ml NaOH

Untuk uji flavonoid

Larutan berubah menjadi warna merah bata

12

Tanaman yang berukuran besar tadi ditambahkan 80 ml metanol lalu ditutup , digoncang dan dibiarkan selama 30 menit

Untuk mendapatkan ekstrak alkohol

 

Larutan larut

13

Disaring menggunakan kapas

Untuk mendapat filrat

Terdapat filtrat hijau pekat

14

Ekstrak alkohol diletakkan ke piring porselen dan ditaruh diatas water bath ditunggu sampai menguap

Untuk menguapkan larutan

Larutan menguap dan terbentuk kerak

15

Didinginkan dan ditambahkan 6 ml kloroform lalu diaduk

Agar kerak tadi larut dalam kloroform

 

Larutan yang berkerak tadi larut dalam kloroform berwarna hijau pekat

16

Diambil ekstrak alkohol menggunakan kapiler dan diletakkan diatas kertas saring . dan diletakkan juga tanaman alkaloid (atropin) lain diatas kertas saring. Selanjutnya reagen dragendorf disemprot ke kertas saring tadi

Untuk tes alkaloid, membedakan antara tes positif dan negatif

Atropin tadi menunjukkan test positif sedangkan ekstrak alkohol menunjukkan tes negatif

17

2 ml ekstrak alkohol tadi diambil dan ditambahkan beberapa tetes anhidrida asetat + H2SO4 pekat pada dinding tabung reaksi

Untuk tes liberman

Tes positif : dibagian bawah larutan warna cokelat kemerahan  dan diatas berwarna hijau pekat

18

2 ml ekstrak alkohol tadi diambil dan ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat pada dinding tabung reaksi

Untuk tes salkowski

 

Tes positif : dibagian bawah larutan warna cokelat kemerahan  dan diatas berwarna hijau pekat

19

2 ml ekstrak alkohol tadi diambil dan ditambahkan 1 ml amonia dan d goncang

Untuk tes glikosida antrakuionon

Test positif : Larutan bagian atas menjadi warna merah mawar  dan dibawah berwarna hijau

 

VIII.            PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini kita membahas tentang skrining fitokimia yang meliputi uji alkaloid, uji saponin, uji tannin, dan uji-uji lainnya. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat denan cepat memisahkan antara bahan alam yang memiliki kandungan fitokimia tertentu dengan bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Skrining fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam suatu penelitian fitokimia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang sedang diteliti. Metode skrining fitokimia dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna. Hal penting yang berperan dalam skrining fitokimia adalah pemilihan pelarut dan metoe ekstraksi.

 

8.1 Pemeriksaan alkaloida

    Alkaloid merupakan senyawa metabolit sekunder yang merupakan hasil sampingan dari metabolit primer, pada percobaan kali ini, digunakan bahan dasar tumbuhan hijau yang di haluskan pada tahap preparasi sampel agar memperluas bidang permukaannya sehingga dapat lebih maksimal interaksinya dengan pelarut. Diambil ekstrak alkohol menggunakan kapiler dan diletakkan diatas kertas saring . dan diletakkan juga tanaman alkaloid (atropin) lain diatas kertas saring. Selanjutnya reagen dragendorf disemprot ke kertas saring tadi, lalu atropin tadi menunjukkan test positif sedangkan ekstrak alkohol menunjukkan tes negatif.

 

8.2 Pemeriksaan lieberman

  Awalnya 2 ml ekstrak alkohol tadi diambil dan ditambahkan beberapa tetes anhidrida asetat + H2SO4 pekat pada dinding tabung reaksi. Hasilnya dibagian bawah larutan warna cokelat kemerahan  dan diatas berwarna hijau pekat. Dari pengamatan yang didapatkan, dapat diketahui positif mengandung steroid karena perubahan warna secara teori dan konteks nya sama, yaitu perubahan warna pada hijau.

 

8.3 Pemeriksaan Flavonoid

    Pemeriksaaan kandungan flavonoid kali ini menggunakan sampel berupa tumbuhan hijau yang sudah dihaluskan yang digunakan terlebih dahulu dilakukan ekstraksi. Setelah diekstraksi, dipisahkan menjadi 2 tabung dengan perlakuan berbeda. Pada tabung 1 dimasukkan 1 ml ekstrak + 2 ml aquades dan ditambahkan 2 ml H2SO. Hasilnya larutan menjadi warna kuning pekat . Selanjutnya 2 ml aquades pada tabung 2 ditambahkan NaOH sebanyak 2 ml. Hasilnya larutan berubah menjadi warna merah bata Uji flavonoid pada tumbuhan hijau ini dinyatakan positif, karena menghasilkan reaksi perubahan warna menjadi berwarna kuning pekat dan merah bata

 

8.4 Pemeriksaan Saponin

    Ekstrak sampel ini yang sudah  direaksikan dengan 10ml air panas dan didihkan. Selanjutnya, kita saring dan filtratnya dipakai untuk larutan uji. Dimana filtrate dimasukkan kedalam tabung reaksi tertutup kemudian dikocok selama kurang lebih 10 detik dan diamkan selama 10 menit, lalu kita tambahkan 1ml HCl 2M. Uji saponin ini positif , karena menghasilkan busa yang lumayan banyak dan busa bertahan.

 

8.5 Pemeriksaan salkowski

  Awalnya 2 ml ekstrak alkohol tadi diambil dan ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat pada dinding tabung reaksi . Hasilnya dibagian bawah larutan warna cokelat kemerahan  dan diatas berwarna hijau pekat. Dari pengamatan yang didapatkan, dapat diketahui positif  karena perubahan warna secara teori dan konteks nya sama, yaitu perubahan warna pada hijau.

 

      IX.            PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM

1)      Apa yang menjadi dasar penggunaan kloroform pada perlakuan ke 15?

2)      Faktor apa saja yang dapat memperngaruhi keberhasilan dari percobaan skrinning fitokimia ini

3)      Kandungan apa yang terdapat pada reagen wagner, mayer dan dragendroff?

 

         X.            KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum kali ini didapat kesimpulan berupa:

1)      Skrining fitokimia adalah pemeriksaan kimia secara kualitatif terhadap senyawa aktif biologis yaitu metabolit sekunder bahan alam yang terdapat dalam simplisia tumbuhan atau makhluk hidup lainnya.

2)      Pereaksi yang digunakan untuk skrining fitokimia guna mengidentifikasi terhadap masing-masing jenis metabolit sekunder tersebut. untuk alkaloida yaitu pereaksi Wagner dan pereaksi Mayer serta pereaksi dragendorff.

3)      Metode uji fitokimia yang banyak digunakan adalah metode reaksi warna dan pengendapan yang dapat dilaksanakan di lapangan dan di laboratorium. Reaksi yang terjadi adalah reaksi cannizarro dimana aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa bereaksi dengan basa kuat mengalami oksidasi dan reduksi serentak atau diproposikan menjadi asam benzoate atau benzyl alkohol.

 

      XI.            DAFTAR PUSTAKA

 

Audia. 2017. Skrinning Fitokimia Dan Uji Anti Bakteri Ekstrak Etanol Buah Kawista (Limonia Ocidissina L). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FKIP UNSYIAH.Vol.2.no.1.

 

Houghton, 1998, Kandungan Organic Tumbuhan Tinggi. Jakarta:P.T Pradnya Paramita.

 

Kristanti,A,N,N,S, dkk. 2008. Buku Ajar Fitokimia Jurusan Kimia Laboratorium Kimia Organik FMIPA. Surabaya: Universitas Airlangga

 

Roby. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB Press

 

Tim Penuntun Kimia Organik II.2019. Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi

Komentar

  1. Baiklah saya Nurhalimah akan mencoba menjawab permasalahan no 1 yaitu Apa yang menjadi dasar penggunaan kloroform pada perlakuan ke 15? Menurut saya mengapa digunakan kloroform karena Kloroform kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Firda Oetary (021) akan mencoba menjawab permasalahan saudari no 3 , adapaun kandungan dari Reagen wargner yaitu iodin,dan KI, sedangkan pada Reagen dragendorff itu adanya Ni(NO3)3.5H2O ,asam nitrat dan Kalium iodida , sedangkan pada Reagen Mayer itu terdapat HgC12 dan kalium iodida .
    Terim kasih

    BalasHapus
  3. Wisliana (A1C118060)
    2. Faktor yang dapat memperngaruhi keberhasilan dari percobaan skrinning fitokimia ialah proses ekstraksi, pemilihan pelarut, katalis, pengadukan dan penyaringan..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer